27 PPL Dilantik, Walikota : Bukti Kesiapan Pilkada Sampai ke Tingkat Kelurahan

MADIUN – Kota Madiun benar-benar semakin siap melaksanakan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada). Salah satunya dengan pelantikan 27 orang Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) yang mewakili setiap kelurahan yang ada di Kota Madiun pada Selasa (16/1/2018).

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto mengatakan pelantikan PPL ini menunjukkan Kota Madiun sudah siap untuk tingkat kecamatan bahkan tingkat kelurahan. Walikota berharap pelaksanaannya dapat berjalan maksimal.

Walikota berharap tidak ada pihak yang ‘bermain’ dalam pesta demokasi ini. “Saya tidak akan melindungi Lurah, Camat, maupun OPD saya, yang main-main di dalam Pilkada ini. TNI, Polri, Pemerintah sudah dijelaskan dengan jelas di jajaran masing-masing, baik itu Menteri Dalam Negeri, Gubernur, Pangdam maupun Kapolda bahwa ingin menjaga Pilkada ini bermartabat, yaitu luber (langsung, umum, bebas dan rahasia) dan jurdil (jujur dan adil),” tegasnya.

Dalam melaksanakan tugasnya, Walikota menyarakan untuk PPL dapat koordinasi dengan Lurah dan perangkatnya, serta tetap koordinasi dengan Banwaslu Kecamatan dan Kota, dan tak lupa dengan PPS dan KPU.

“Mari dalam perhelatan Pilkada ini mulai dari tahapan – tahapan supaya berjalan secara bermartabat, siapapun Walikotanya, Wakil Walikotanya, Sekretaris Daerahnya, maupun Kepala OPDnya kalau tidak sesuai aturan lawan!,” tandasnya.

Dikatakannya, pemilu merupakan pelaksanaan sila keempat Pancasila. “Ini semua tidak berdiri sendiri dalam sila keempat itu, karena sila tersebut diliputi nilai-nilai persatuan, kemanusiaan, ketuhanan dan tentu saja sila keempat tersebut akan meliputi dan menjiwai keadilan sosial,” terang Walikota.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu Kota Madiun Kokok Heru Purwoko mengatakan, Panwaslu yang ada saat ini adalah ‘Panwaslu Jaman Now’ yang akan benar-benar mengawal demokrasi, khususnya di Kota Madiun.

“Kalau tidak percaya silahkan coba-coba, nanti saya tindak betul,” tantangnya dalam menyampaikan komitmennya dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu.

Lebih lanjut, Dia mengatakan PPL merupakan garda terdepan Banwaslu Kota Madiun, sehingga diminta untuk melaksanakan pengawasan secara penuh terhadap penyelenggaraan pemilu di kelurahan yang diwakili.

“Silahkan awasi sepenuhnya pak lurah dan perangkatnya, apabila diketemukan ketidaknetralan silahkan untuk dibuat laporan ke kami. Juga RT RW silahkan awasi mereka, buat kronologisnya sertakan buktinya baik foto maupun video. Namun itu bisa terjadi jika teman-teman (PPL) juga netral, jangan sampai kena ‘tembak’,” pesan Kokok.

Lebih lanjut Kokok juga menyampaikan bahwa PPL sebagai ujung tombak Panwaslu dan akan dievaluasi pada tiga bulan terakhir. Sehingga apabila menunjukkan kinerja yang baik maka dapat dikukuhkan kembali Maret mendatang untuk menjadi PPL Pileg (Pemilihan legislatif) dan Pilpres (pemilihan presiden) hingga 2019 nanti.

“Penyelenggaraan pemilu yang berjalan baik sebagai fungsi pengawasan dari PPL tersebut, sehingga diharapkan dalam penyelenggaraannya jangan sampai terjadi pelanggaran,” pungkasnya.
(kmf)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun

Walikota: Capaian Prestasi Salah Satu Tolak Ukur Tingkat Pelayanan OPD

 

MADIUN – Kinerja aparatur sipil negara (ASN) sebagai pelayanan masyarakat wajib terukur. Hasil kerja juga harus dapat dibuktikan dengan raihan penghargaan. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instasi pendidikan serta kesehatan Pemkot Madiun membuktikan kinerja masing-masing dengan mendapat sejumlah penghargaan dibidang pelayanan publik. Harapannya sama, memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

‘’Pemerintah merupakan pelayanan masyarakat. Pelayanan ini yang harus terus ditingkatkan,’’ kata walikota Sugeng Rismitanto saat apel kerja, Senin (8/1).

Dua instansi pendidikan di kota pecel berhasil meraih pemenang kompetisi inovasi pelayanan publik. Yakni, SDN 2 Mojorejo sebagai pemenang pertama tingkat Kota Madiun sekaligus terbaik pertama tingkat provinsi. Sedang, SDN 5 Madiun Lor menjadi pemenang kedua kompetisi serupa serta terbaik ketujuh tingkat provinsi. RSUD Kota Madiun turut menorehkan prestasi dengan meraih terbaik keempat Kelompok Budaya Kinerja (KBR) se-Jatim. Tiga instasi lain juga mengukir prestasi dalam bidang unit pelayanan publik terbaik lingkup Pemkot Madiun. Yakni, Dinas Kesehatan dan KB sebagai terbaik pertama, Dinas Kominfo sebagai terbaik kedua, dan Disbudparpora terbaik ketiga.

‘’Ini wajib terus dikembangkan dan ditingkatkan. Dinas dan unit pelayanan publik tentu menjadi garda didepan untuk mencapai ini semua,’’ ungkap beliau sembari menyebut capaian merupakan tolak ukur tingkat pelayanan.

Penghargaan, lanjutnya, merupakan wujud keinginan bersama untuk senantiasa berbuat kreatif dan inovatif. Artinya, OPD tidak pasif. Tidak hanya melaksanakan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Namun, harus terus menciptakan inovasi baru khususnya dibidang pelayanan. Masyarakat sebagai objek yang dilayani harus semakin merasakan manfaatnya. Mulai merasakan berbagai kemudahan, kecepatan pelayanan, hingga ketepatan. Kesalahan harus terus semakin diminimalkan.

‘’Apalagi dengan sistem remunerasi seperti sekarang ini. Semuanya berbasis kenerja. Harusnya lebih baik dan baik lagi,’’ tegas beliau.

Walikota menegaskan tidak akan tinggal diam. Pengawasan bakal terus dilakukan. Beliau bakal memantau langsung sampai tingkat bawah. Pun, sudah mulai dilakukan. Sejumlah OPD dikunjungi. Bukan sekedar meninjau. Namun, memeriksa langsung. Mulai kinerja hingga kebersihan. Loker dan laci diperiksa. Walikota tak membantah banyak berkas yang semerawut. Beliau mengisntruksikan agar segera dirapikan. Sebab, administrasi penting bagi pemerintahan. Sejumlah berkas tersebut merupakan bagian dari bukti administrasi.

‘’Kedisiplinan bukan hanya soal tepat datang. Bagaimana cara menjaga kebersihan merupakan salah satu bentuk kedisiplinan. Paling tidak disiplin dalam menjaga kesehatan,’’ pungkas beliau. (agi/diskominfo)

read more…

Pertura Penting Dalam Diseminasi Informasi

MADIUN – Antisipasi berita bohong alias hoax juga bisa dilakukan melalui pertunjukan rakyat (pertura). Sebab, pertura memiliki akar yang kuat di tengah masyarakat sebagai media penyebaran informasi.

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Madiun Armaya saat membuka kegiatan Diseminasi Informasi Melalui Pertunjukan Rakyat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun di aula Kantor Kecamatan Manguharjo, Rabu (15/11/2017).

Dikatakannya, pertura memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, karena pertura memiliki akar yang kuat dalam tradisi kebudayaan yang ada. Di antaranya sebagai sarana hiburan, pendidikan, kontrol sosial, pelestarian dan pengembangan nilai-nilai budaya bangsa.

“Media pertura penting bagi penyebaran informasi karena mampu menyampaikan pesan dalam beberapa cara sekaligus. Seperti ucapan, gerakan, gambar dan kata-kata,” ungkap Wawali Armaya.

Wawali menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Apalagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) juga dilibatkan. Hal ini agar KIM mampu meningkatkan perannya dalam mendukung diseminasi informasi nasional dan daerah melalui pertura.

Diseminasi informasi tahun ini mengusung tema antisipasi hoax dan bijak dalam pemanfaatan media sosial. Menurutnya tema ini sangat tepat.

“Ibarat memotret bangsa kita yang sedang terus berupaya melestarikan pentingnya seni budaya tradisional dalam berbagai perbedaan yang ada bagi negara kita. Yaitu dari sisi kesenian daerah yang ada, budaya, tradisi, dan kergaman lainnya dengan terus mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang secara pesat terus berkembang namun tetap harus bijak dan tepat dalammenyikapinya,” kata Wawali.

KIM diharapkan mampu mengambil peran ganda. Di satu sisi sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pelestarian seni budaya yang adiluhung, di sisi lain sebagai jembatan informasi antara pemerintah dengan masyarakatnya. read more…

Pertura Penting Dalam Diseminasi Informasi

MADIUN – Antisipasi berita bohong alias hoax juga bisa dilakukan melalui pertunjukanPertura Penting Dalam Diseminasi Informasi rakyat (pertura). Sebab, pertura memiliki akar yang kuat di tengah masyarakat sebagai media penyebaran informasi. Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Madiun Armaya saat membuka kegiatan Diseminasi Informasi Melalui Pertunjukan Rakyat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun di aula Kantor Kecamatan Manguharjo, Rabu (15/11/2017). Dikatakannya, pertura memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, karena pertura memiliki akar yang kuat dalam tradisi kebudayaan yang ada. Di antaranya sebagai sarana hiburan, pendidikan, kontrol sosial, pelestarian dan pengembangan nilai-nilai budaya bangsa. read more…

Page 1 of 812345...Last »




Call Center :
081 249 83 1266

LPPL RADIO SUARA MADIUN

Link