MADIUN – Kota Madiun ternyata cukup menarik pendatang dari luar daerah. Buktinya, berbagai etnis dan suku ada di Kota Madiun. Kota dengan luas wilayah 33 kilometer persegi ini nyatanya dihuni lebih dari 20 etnis dan suku. Tak heran, butuh perhatian tersendiri agar potensi gesekan dapat dihindari.

‘’Kota Madiun semakin homogen. Tak kurang 24 etnis dan suku ada disini. Ini tentu perhatian tersendiri,’’ kata Sekda Kota Madiun Rusdiyanto saat Forum Pembauran Kebangsaan (FBK) di gedung diklat, Kamis (8/11).

Di antaranya, suku Jawa, Minangkabau, Flores, Bali, Ambon, Nias, Palembang, Madura, Sunda, Karo, Makassar, Ternate, Dayak, Palu, Timor, Papua, Batak, Toba, Mentawai, dan Toraja. Selian itu, Kota Madiun juga dihuni etnis Arab dan Tionghoa. Rusdiyanto tak membantah adanya potensi gesekan. Namun, belum pernah terjadi sejauh ini. Itu tak terlepas dari peran semua pihak. Dia mengapresiasi kedewasaan masyarakat saat ini. Dapat membaur menjadi satu dan tetap rukun dan saling bertoleran.

‘’Potensi gesekan ada. Tetapi sejauh ini berlangsung kondusif. Tentu ini harus terus dijaga dan ditingkatkan,’’ imbuhnya.

Tak heran, FBK dibentuk. Bahkan, kepengurusannya terus berganti. Sekda juga mengukuhkan pengurus baru FBK masa jabatan 2018-2021. Masa jabatan kepengurusan lama memang sudah berakhir beberapa waktu lalu. Rusdiyanto berharap kepengurusan yang baru semakin meningkatkan sinergitas dan kondusifitas antar suku dan etnis di Kota Madiun ke depan. Mereka dapat saling berinteraksi tanpa harus membedakan suku dan entis.

‘’Harapannya mereka dapat saling berinteraksi. Bukan hanya sesama suku atau etnis. Tetapi membaur dengan semuanya. Tanpa peran semua pihak sulit ini bisa terwujud,’’ ungkapnya.

Meningkatnya suku dan etnis di Kota Madiun tak terlepas dari potensi lokal yang menarik. Mulai peluang usaha, pertumbuhan ekonomi hingga kultur masyarakatnya yang hangat dan ramah. Sekda optimis ke depan bakal semakin banyak suku dan etnis yang bermukim di Kota Madiun hingga berpotensi menjadi miniatur Indonesia skala kecil.

‘’Forum ini diharapkan dapat menjaring aspirasi hingga memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah guna masukan dalam mengambil kebijakan,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik