MADIUN – Masyarakat Kota Madiun dimanjakan sejumlah event belakangan ini. Setelah Madiun Food Festival, Pesta Kopi Rakyat, dan Seminar Bakulan Jaman Now, masyarakat bakal disuguhkan satu event lagi dalam waktu dekat ini. Festival Budaya Mataraman (FBM) akan melengkapi sederet event di kota pecel, Jumat (9/11) nanti.

Berbagai keseruan tersaji. Sederet kesenian di wilayah Mataraman mengemuka. Mulai Pencak Silat dan Pentul Tembem (Kota Madiun), Seni Reyog (Ponorogo), Dongkrek (Kabupaten Madiun), Tari Orek-Orek (Ngawi), Tari Bedhoyo Sudomolo (Magetan), dan Kethek Ogleng (Pacitan). Sejumlah seni budaya ini sayang untuk dilewatkan tentunya.

Apalagi, kegiatan yang mengambil lokasi di Balaikota ini bakal diramaikan sejumlah bintang tamu jempolan. Di antaranya, Romanz Pitu dan Kemlaka dari Solo serta Gilang Ramadhan yang merupakan drumer dan musisi tanah air. Acara dimulai pukul 18.30.

‘’Kota Madiun dan sekitar yang tergabung dalam Pawitan Dirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Kota/Kabupaten Madiun, Ponorogo) tidak lepas dari budaya Mataraman. Event ini sebagai bentuk pelestarian budaya Mataraman sekaligus mengenalkan kembali kepada generasi muda,’’ kata Agus Setyo, Koordinator Event, Rabu (7/11).

Tak heran, kegiatan dikemas kekinian. Berbagai unsur modern dimasukkan. Salah satunya, dari unsur bintang tamu. Gilang Ramadhan, mantan penggebuk drum Krakatau Reunion, Adegan, dan God Bless ini bakal berkolaborasi dengan dua grup musik etnik. Yakni, Kemlaka dan Romanz Pitu. Mereka juga punya misi nguri-nguri budaya dengan aliran musik etniknya.

‘’Instrumen basik Kemlaka gamelan Jawa. Tapi, juga terbuka dengan berbagai instrumen musik etnik nusantara. Ini pastinya akan seru,’’ imbuhnya.

Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun Subakri menyebut event kerja bareng Pemkot Madiun dengan Jawa Pos Radar Madiun ini bukan sekedar hiburan bagi masyarakat. Namun, juga mengusung misi pendidikan. Khususnya, pendidikan seni dan budaya. Aset besar bangsa warisan leluhur ini wajib diketahui masyarakat. Harapannya, turut serta melestarikan. Subakri berharap masyarakat tidak sekedar mengambil fungsi hiburan semata. Tetapi juga dapat memetik ilmu dari kegiatan.

‘’Seni dan budaya warisan leluhur. Ini tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikan. Harapan kami kepedulian masyarakat akan budaya semakin meningkat,’’ ungkapnya.

Kegiatan, kata dia, sepenuhnya dibiayai dana cukai melalui pos DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Sebagian dana cukai dikembalikan kepada masyarakat melalui pemerintah daerah. Peruntukkan beragam. Mulai peningkatan fasilitas kesehatan, infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, hingga hiburan. Subakri berharap masyarakat taat aturan cukai. Semakin besar dana cukai, semakin besar pula pemanfaatannya untuk masyarakat.

‘’Mematuhi aturan cukai, secara tidak langsung masyarakat sudah berkontribusi kepada negara dan masyarakat,’’ pungkasnya. (agi/madiuntoday)

sumber : http://madiuntoday.id