MADIUN – Dunia usaha tidak boleh stagnan. Harus terus berkembang mengikuti zaman. Cara-cara berjualan konvensional harus dibarengi dengan cara digital. Kalau tidak, siap-siap gulung tikar.

‘’Teknologi terus berkembang. Masyarakat harus mengikuti. Melalui seminar ini, kami berharap masyarakat, khususnya pelaku usaha mengetahui teknik berjualan yang terkini agar tidak ketinggalan,’’ kata Kabid Pengelolaan TIK Dinas Kominfo Kota Madiun Hendro Pradono saat seminar Bakulan Zaman Now di Aston Hotel, Rabu (7/11).

Pemkot, kata dia, sengaja memfasilitasi masyarakat untuk semakin mengembangkan usahanya. Tiga pembicara berkompeten dihadirkan. Mulai praktisi dibidang internet marketing, desain grafis, dan hipnoterapi. Materi dari ketiga praktisi ini sengaja dihadirkan dalam satu seminar. Sebab, ketiganya cukup berkaitan. Pengelolaan internet marketing yang handal bakal kurang maksimal jika pengemasan produknya kurang bagus. Keduanya bagus juga kurang optimal tanpa kemampuan persuasif yang baik.

‘’Kami tidak ingin setengah-setengah. Masyarakat harus mendapat materi yang utuh. Harapannya jelas, usaha dapat berkembang optimal,’’ harapnya.

Dunia usaha sudah memasuki revolusi industri 4.0. Cirinya, berbasis internet. Hendro berharap pelaku usaha juga harus masuk didalamnya. Permasalahan usaha diera sekarang bakal dikupas tuntas. Internet marketing bukan sekedar memasarkan produk di dunia maya. Namun, bagaimana mengoptimalkannya. Membangun brand yang baik agar terus dicari masyarakat.

‘’Pelaku usaha di Kota Madiun mencapai ribuan. Keberadaannya berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat. Kami ingin ini terus berkembang bukan sebaliknya,’’ ujarnya sembari menyebut seluruh kegiatan dibiayai dana cukai tembakau.

Kasubsi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madiun Yugianto menyebut cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Dua persen dari pendapatan cukai dikembalikan kepada masyarakat melalui pemerintah daerah. Dana ini dapat digunakan untuk bermacam hal. Di antaranya, pengembangan sarana kesehatan, infrastruktur, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Kegiatan seminar, kata dia, salah satu wujud pemanfaatan dana cukau untuk peningkatan SDM.

‘’Tak heran, sosialisasi peraturan cukai tak henti kami lakukan. Dengan kegiatan positif seperti ini diharap kesadaran masyarakat akan aturan cukai semakin tinggi,’’ ujarnya.

Yudianto menambahkan terdapat tiga barang wajib cukai yang beredar di tanah air. Mulai etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol, dan tembakau. Cukai tembakau paling banyak beredar. Salah satunya, pada rokok. Yudianto berharap masyarakat patuh aturan. Tidak memperjualbelikan rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu, atau berpita cukai tidak sesuai peruntukkannya.

‘’Pelanggaran atas ini dapat diancam dengan pasal 54 tentang bea cukai dengan ancaman hukuman minimal satu tahun dan maksimal 20 tahun serta denda,’’ pungkasnya. (rama/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun