MADIUN – Tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) dan Uang Kinerja Kegiatan (UKK) yang telah diterapkan Pemkot Madiun kepada ASN sejak awal 2018 rupanya mencuri perhatian Pemkab Bondowoso. Ingin menerapkan pola yang sama, merekapun datang untuk belajar secara langsung.

Rombongan tiba di Balaikota Madiun pukul 13.00, Selasa (11/6). Kedatangan mereka disambut oleh Plt Asisten II Administrasi Umum dan Kesra Ahmad Supriyadi. ‘’Ini kebutuhan kita bersama. Harapannya remunerasi ini bisa membawa berkah bagi semua,’’ tuturnya saat memberikan sambutan selamat datang kepada tim dari Bondowoso.

Dalam kesempatan itu, Asisten I Pemerintahan dan Pembangunan R. Andriono Waskito Murti juga memberikan sambutan yang sama. Dia menuturkan, Kota Madiun telah melaksanakan TPP dan UKK sejak Januari 2018. ‘’Harapannya, Kota Madiun bisa menjadi contoh,’’ ujarnya.

TPP dan UKK yang diterapkan Pemkot tidak sekedar untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai. Tetapi, juga sebagai pemacu kinerja yang lebih baik. Sehingga, pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih efisien dan lancar.

Tak hanya itu, kebijakan TPP dan UKK Pemkot Madiun juga terbukti sesuai dengan aturan yang berlaku. Poin ini menjadi salah satu pertimbangan Pemkab Bondowoso untuk melaksanakan giat studi banding ke Kota Karismatik ini.

‘’Karena itu, kami ingin ngangsu kaweruh dengan Kota Madiun terkait kegiatan tunjangan kinerja. Karena selama ini di Kabupaten Bondowoso masih melaksanakan kegiatan berupa TPP yang 2019 nanti akan kami tingkatkan tunjangan kinerja,’’ terang Asisten III Administrasi Umum Pemkab Bondowoso Sigit Purnomo.

Beberapa hal disampaikan oleh Pemkot Madiun dalam kunjungan studi banding itu. Antara lain, dasar hukum pelaksanaan TPP dan UKK, proses pelaksanaan, penghitungan standar TPP dan UKK, hingga aplikasi yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai patokan TPP dan UKK.

Dalam kunjungan itu, Pemkab Bondowoso membawa tim tunjangan kinerja (tukin). Antara lain, bagian organisasi, bagian hukum, kepala diskominfo, dan OPD lainnya yang terkait. Mereka juga melaksanakan sesi tanya jawab secara personal kepada pejabat Pemkot yang berwenang terkait TPP dan UKK.

‘’Setelah kegiatan ini masih akan kami tindaklanjuti. Salah satunya melalui email. Harapannya, ke depan dapat meningkatkan kinerja Pemkab Bondowoso, serta menciptakan pemerintahan yang bersih dan antikorupsi,’’ tandasnya. (rahmad/irs/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun