MADIUN – Upaya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap aturan dan ketentuan cukai hasil tembakau terus dilakukan oleh Pemkot Madiun. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi pengenalan pita cukai rokok. Harapannya, masyarakat dapat membedakan pita cukai yang asli dan palsu.

Hal ini sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun bahwa peredaran rokok ilegal masih marak. Yakni, rokok yang tidak dilengkapi dengan pita cukai atau menggunakan pita cukai palsu.

‘’Karena itu, kami sampaikan ini agar tidak mengedarkan rokok bodong karena dapat merugikan negara,’’ tutur Sekretaris Daerah Kota Madiun Rusdiyanto saat ditemui pada acara Pengenalan dan Pendeteksian Pita Cukai Bagi Warga Kecamatan Taman di Gedung Diklat, Rabu (7/11).

Sejak 2008, pemerintah daerah di seluruh kabupaten/kota di Indonesia mendapatkan pembagian dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Tak terkecuali Kota Madiun yang berstatus daerah penghasil cukai karena memiliki dua pabrik rokok.

Pembagian dana tersebut jumlahnya berbeda-beda tergantung status daerah tersebut. Untuk 2018 ini, Kota Madiun mendapatkan aliran dana Rp 13,1 miliar. Anggaran itupun digunakan untuk peningkatan pelayanan kesehatan, kegiatan di bidang ketenagakerjaan berupa pelatihan keterampilan, pembangunan infrastruktur, bantuan modal UMKM, serta penanganan permasalahan lingkungan hidup.

Dengan demikian, peredaran rokok ilegal berpotensi mengurangi pemasukan negara. Akibatnya, pembangunan sarana prasarana dan penyediaan fasilitas umum dapat terganggu.

Karena itu, Rusdiyanto berharap, kegiatan sosialisasi pengenalan pita cukai ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat. Serta, dapat melaporkan kepada Bea Cukai jika menemukan peredaran rokok ilegal. ‘’Selanjutnya, informasi ini dapat diteruskan ke lingkungan sekitar sehingga bersama-sama memerangi peredaran rokok ilegal,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kota Madiun Heru Waskita menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Khususnya, terkait aturan dan ketentuan cukai. ‘’Peserta 300 orang terdiri dari OPD, camat, lurah, aparat penegak hukum, serta pengguna hasil tembakau,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/yola/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun