MADIUN – Peringatan Hari Santri 2018 tinggal dua pekan lagi. Berbagai persiapan pun semakin dimatangkan. Salah satunya dengan rapat koordinasi seluruh panitia di Ruang 13 Balaikota Madiun, Senin (8/10).

Dalam kegiatan Hari Santri tahun ini, ada dua agenda besar yang akan dilaksanakan. Yakni, upacara peringatan yang akan terselenggara 22 Oktober mendatang. Selain itu juga dzikir, doa, shalawat, dan tausiyah untuk kedamaian bangsa dan negara.

Pj. Sekretaris Daerah Kota Madiun Rusdiyanto saat membuka rapat menuturkan, kegiatan ini sesuai dengan surat edaran Menteri Agama Nomor 633/SI/DT.IV/HM.01/09/2018 tentang peringatan Hari Santri 2018.

‘’Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing satuan kerja dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip kesederhanaan dan kehidmatan,’ tuturnya.

Peringatan Hari Santri tahun ini mengambil tema ‘Bersama Santri Damailah Negeri’. Harapannya, santri menjadi garda terdepan untuk menjaga kerukunan, persatuan, dan kesatuan antarumat beragama di Indonesia. Khususnya, di Kota Madiun.

Rusdiyanto berharap, seluruh rencana kegiatan yang sudah disepakati bisa berjalan sesuai rencana. Pihaknya juga terus mengimbau kepada panitia untuk memberi masukan demi kelancaran acara. ‘’Inilah yang perlu kita rumuskan bersama, cermati bersama, kita bahas bersama. Jika ada hal-hal yang perlu disempurnakan, mari diberi masukan,’’ paparnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Kesra Kota Madiun Heru Waskita menjelaskan, prosesi upacara peringatan Hari Santri akan terlaksana pukul 07.30 di Alun-Alun. Seluruh undangan mengenakan baju muslim dan sarung.

Selain upacara, peringatan Hari Santri juga akan dimeriahkan dengan beberapa kegiatan lainnya. Seperti, sepak bola api, lomba mars Syubbanul Wathon dan Hari Santri, lomba adzan, serta istighosah dan pengajian umum. ‘’Juga akan ada hiburan drama kolosal dari MAN 1 Kota Madiun pada Upacara Hari Santri di Alun-Alun,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/farid/diskominfo).

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun