MADIUN – Deklarasi Pemilu 2019 Damai terus digelorakan. Setelah kalangan mahasiswa dan peserta parpol serta timses, giliran tokoh umat Islam Kota Madiun yang turut bersuara. Semangat dan tujuannya sama. Yakni, mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai, dan bermartabat.

Deklarasi kali ini berbeda dengan dua sebelumnya. Jika deklarasi dua sebelumnya difasilitasi Polres setempat. Deklarasi umat muslim dari berbagai organisasi yang tergabung Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) ini lahir dari inisiatif sendiri. Setidaknya 17 organisasi Islam mengikrarkan satu semangat. Mewujudkan tahun politik yang aman dan damai. Tak hanya itu, GUIB siap bersinergi dan mendukung Polri dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang Pileg dan Pilpres.

“Memasuki tahun politik banyak berita hoax, fitnah-memfitnah, dan mengadu domba demi keuntungan pribadi dan golongan. Tentu ini harus segera disikapi. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mewujudkan itu,” kata ketua GUIB Rosyid Anwarudin, Minggu (7/10).

Deklarasi, kata dia, penting dan perlu dilakukan. Suasana politik di tanah air sudah kian memanas. Terbukti dengan banyaknya pemberitaan yang tidak benar. Ujaran kebencian dan berita yang berujung meresahkan masyarakat. Keutuhan dalam masyarakat harus terus dijaga. Deklarasi diharap memberikan benteng tersendiri. Khususnya umat Islam di Kota Madiun. Menjadi penangkal segala bentuk ancaman keamanan.

“Deklarasi ini merupakan bentuk wujud dukungan kami umat Islam untuk berkomitmen menjaga dan mendukung Pemilu 2019 yang aman dan damai,” ujarnya.

Wakil Ketua MUI Kota Madiun Sodiq Baabduh mengapresiasi terwujudnya kegiatan deklarasi. Dia berharap GUIB terus konsisten. Jangan dipandang deklarasi ini kecil karena hanya meliputi satu daerah. Dari yang kecil ini akan menjadi besar. Menjadi satu kekuatan yang menjaga keutuhan bangsa. Pihaknya juga mengapresiasi Polri yang telah memfasilitasi deklarasi sejumlah elemen masyarakat sebelumnya. Sodiq berharap ini terus ditingkatkan.

“Terakhir, KPUD selaku pelaksana Pemilu harus bekerja sesuai tupoksi dan selalu mengedepankan profesionalisme,” ungkapnya.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu menyebut kondusifitas Pemilu merupakan prioritas Polri saat ini. Tak heran, berbagai langkah pencegahan dilakukan. Salah satunya, dengan mengajak sekaligus memfasilitasi elemen masyarakat untuk menggalang kekuatan menciptakan keamanan dan ketertiban.

“Kami sudah mengajak elemen masyarakat dari BEM Mahasiswa, unsur parpol dan timses, serta petani. Ke depan, juga akan menyentuh elemen masyarakat yang lain,” tegasnya sembari menyebut Polres Madiun Kota Proaktif, Empati, Cerdas, Edukasi, dan Loyalitas (Pecel).

Pj Sekda Kota Madiun Rusdiyanto menyebut kegiatan merupakan bukti nyata kepedulian masyarakat akan keamanan dan ketertiban. Tanpa dikomando masyakat mengikrarkan diri turut berpartisipasi menjaga keamanan. Bukan hanya di tahun politik. Namun, juga seterusnya ke depan. Sekda berharap elemen masyarakat lain juga turut berperan dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kondusifitas harus menjadi yang utama,” ujarnya.

Deklarasi Pemilu damai kali ini ditutup dengan pembacaan ikrar bersama. Selain Forkopimda, terdapat sejumlah 17 ketua organisasi Islam di Kota Madiun. Di antaranya, Anshor, Pemuda Muhammadiyah, Al Irsyad, Hidayatullah, Ikadi, Majelis Tafsir Alquran (MTA), Front Pemuda Islam Madiun (FPIM), Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Ar Rohmah Yasiroh, Forum Komunikasi Aktifitas Masjid (FKAM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Takwimul Ummah, dan Forum Zakat. (rahmad/agi/diskominfo).