MADIUN – Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menyelenggarakan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) bagi para kader Palang Merah Remaja (PMR) di Kota Madiun. Kegiatan yang terselenggara di Bumi Perkemahan PDAM itu diikuti oleh 300 peserta dari SMP dan SMA negeri swasta/sederajat di Kota Madiun 6-7 Oktober 2018.

Para peserta dibagi dalam 20 kontingen. Yakni, 10 kontingen PMR tingkat SMP/sederajat dan 10 kontingen PMR tingkat SMA/sederajat.

Melalui kegiatan ini, PMI berupaya membina kader PMR untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. ”Kepedulian harus ditumbuhkan sejak dini agar menjadi kebiasaan hingga tua nanti,” tutur Ketua PMI Kota Madiun Maidi dalam pembukaan Jumbara, Sabtu (6/10).

Kegiatan Jumbara di Kota Madiun tahun ini mengambil tema sehat, cerdas, berkarakter. Sesuai dengan tema tersebut, Maidi mengajak para generasi muda untuk menjadi insan yang tak hanya sehat dan cerdas. Tetapi juga berkarakter kuat dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi.

Maidi pun mengapresiasi semangat para peserta dalam mengikuti Jumbara PMI 2018. Itu artinya, mereka adalah anak-anak muda yang rela menyisihkan waktu untuk mencari ilmu pengetahuan tentang sosial dan kemanusiaan.

”Kemajuan ilmu pengetahuan jangan hanya di bidang teknologi dan IT saja,” imbuh Maidi.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan bekal ilmu dan pelatihan pertolongan bencana saja. Tetapi juga mengikuti berbagai perlombaan. Di antaranya, kepemimpinan, kesehatan remaja, kepalangmerahan, pertolongan pertama, kampanye kesiapsiagaan, lomba lukisan kemanusiaan, lomba paduan suara, desain mading profil sekolah, dan duta PMR giat bakti masyarakat.

Maidi berharap, ke depan semakin banyak kegiatan kemanusiaan yang melibatkan remaja. Sehingga dengan melihat orang-orang yang mengalami kesusahan, bisa timbul iba pada diri remaja. Kemudian, muncul inisiatif untuk memberikan pertolongan.

Tak hanya itu, Maidi juga berupaya agar ke depannya sertifikat kegiatan di bidang kemanusiaan, seperti PMI dan Pramuka, bisa lebih dihargai. ”Misalnya poin nilai tambahan bagi siswa yang mengikuti PMR. Sehingga dapat digunakan untuk mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” tandasnya. (ws hendro/irs/rahmad/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun