MADIUN – Perhatian lebih Pemkot Madiun kepada anak-anak menarik perhatian daerah lain. Apalagi, Pemkot meraih penghargaan Kota Layak Anak dua tahun terakhir. Capaian apik ini menarik perhatian Komisi A DPRD Kota Salatiga untuk berkunjung. Tujuannya, belajar langsung demi peningkatan pelayanan khususnya anak-anak di kotanya.

‘’Penghargaan Kota Layak Anak tidak didapat dari satu sisi. Namun, butuh sinergitas antar OPD (organisasi perangkat daerah) dan stake holder terkait. Bagaimana mengkoordinasikan ini yang butuh kami pelajari,’’ ungkap Ketua Komisi A DPRD Kota Salatiga Bambang Riantoko saat kunjungan kerja ke Kota Madiun, Kamis (4/10).

Berbagai hal terkait capaian penghargaan tersebut diutarakan. Mulai dari perencanaan, sinergitas antar OPD, hingga praktik langsung di lapangan. Ini penting lantaran teori kebanyakan lebih mudah daripada praktiknya. Bambang mengaku sengaja memilih Kota Madiun sebagai tujuan kunker. Apalagi, Kota Madiun sudah meraih penghargaan dua kali berturut.

‘’Tentu banyak informasi yang dapat kami digali,’’ ungkapnya.

Asisten I Pemerintahan dan Pembangunan Kota Madiun Andriono Waskito Murti menyambut baik kedatangan rombongan dari Kota Salatiga tersebut. Berbagai hal terkait penghargaan Kota Layak Anak tersebut dipaparkan secara gamblang. Mulai fasilitas umum (fasum) pendukung hingga terkait penganggaran. Kota Madiun memang sudah meliliki beberapa fasum yang dilengkapi taman bermain anak. Begitu juga dengan perkantoran.

‘’Kota Madiun memang mendukung keberadaan anak-anak. Adanya beberapa ruang terbuka hijau yang dilengkapi fasilitas bermain untuk anak salah satu bentuk nyatanya,’’ ungkapnya.

Dari segi penganggaran, Pemkot Madiun mengalokasikan kurang lebih Rp 141 milyar untuk mendukung Kota Layak Anak 2018 ini. Anggaran dibagi lima kelompok dan satu kelembagaan. Tugas OPD maupun stakeholder terkait juga sudah diatur dalam SK Walikota. Utamanya tentang Gugus Tugas. Partisipasi anak juga dilibatkan dalam perencanaan pembangunan di Kota Madiun. Ini difasilitasi Forum Anak Kota Madiun (FAKOM).

‘’Anak dilibatkan dari Musrenbang tingkat RT sampai tingkat Kota. Harapannya, aspirasi dari anak-anak kita ini bisa kita tangkap dan diakomodir,’’ ungkap Andriono.

Pemkot terus berinisiasi untuk meningkatkan predikat Kota Layak Anak. Salah satunya, membangun ruang menyusui disetiap OPD, tempat pelayanan, dan fasum. Ibu menyusui diharapkan dapat melakukan aktivitas menyusui dengan nyaman. Ini penting karena ASI merupakan salah satu hak anak.

‘’Pemkot mengusulkan penyediaan ruang menyusui di sejumlah tempat. Terutama OPD pelayanan. Harapannya, ibu menyusui tidak repot mencari tempat sambil menanti pelayanan,’’ pungkasnya.

Selain itu, berbagai fasilitas lain juga didapatkan anak Kota Madiun. Di antaranya penjaminan hak hidup yang mencakup kesehatan anak, hak tumbuh kembang sebagaimana tumbuh kembang anak sehat dan normal, dan hak tentang perlidungan anak dari korban kekerasan. (luki/adit/kominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun