MADIUN – Inovasi Dongeng Pagi Hari (Dopari) Selasa Kamis Sabtu (Sakatu) dari SDN 02 Mojorejo (Moduta) sukses mengantarkan Kota Madiun mendapatkan penghargaan sistem inovasi pelayanan publik (sinovik) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto menerima penghargaan tersebut di Gedung Negara Grahadi Surabaya pukul 19.00, Rabu (19/9). ‘’Ini penghargaan untuk top 99 inovasi pelayanan publik tingkat nasional,’’ tuturnya saat diwawancara, Kamis (20/9).

Dopari Sakatu merupakan program yang dicetuskan oleh Moduta. Setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu, para siswa tidak langsung menerima pelajaran akademik di pagi hari. Tetapi, berkumpul di halaman sekolah untuk mendengarkan dongeng yang sarat akan keteladanan.

Berdasarkan pantauan pihak sekolah, Dopari sukses mengurangi angka kenakalan siswa. Bahkan, meningkatkan prestasi belajar mereka. ‘’Ini lebih penting. Bukan sekedar ranking nasional saja. Tapi, lebih kepada meningkatkan budi pekerti, prestasi, dan disiplin siswa,’’ ujarnya.

Meski demikian, Sugeng tetap berharap inovasi ini dapat melaju ke tingkat yang lebih tinggi. Yakni, top 40 sinovik yang penghargaannya akan berlangsung 7-8 November mendatang di Jakarta.

Tak hanya itu, Sugeng juga mengimbau kepada Dinas Pendidikan untuk menjadikan Dopari sebagai program pemkot. Sehingga, tidak hanya siswa-siswi Moduta saja yang merasakannya, tetapi juga anak didik di sekolah lainnya juga. ‘’Dopari Sakatu tak hanya milik Moduta sebagai inisiator, tapi jadi kebijakan kota,’’ tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin menuturkan, pemerintah mendorong inovasi-inovasi potensial untuk diterapkan secara nasional dan diangkat menjadi program nasional. ‘’Sehingga, tidak menjadi inovasi yang sifatnya lokal dan instansional saja,’’ terangnya. (dok.KemenpanRB/irs/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun