MADIUN – Upaya meningkatkan kondusifitas di Kota Madiun menjelang peringatan bulan Suro terus dilakukan. Bukan hanya ditataran kota, langkah antisipasi segala potensi konflik juga melebar di tingkat kecamatan. Perwakilan warga perguruan lingkup Kecamatan Taman sepakat untuk menjaga kondusifitas selama tradisi Suro nanti.

“Alhamdulillah, selama beberapa tahun terakhir yang namanya gesekan atas nama perguruan sudah tidak ada di Kecamatan Taman. Semoga ini terus terjaga tahun ini dan ke depan,” kata Camat Taman Doris Eko Prasetyo saat Silaturahmi Kapolres dengan Warga Perguruan Pencak Silat Lingkup Kecamatan Taman, Jumat (7/9/2018) malam.

Ini, kata dia, bukannya datang begitu saja. Pembinaan sudah dan terus dilakukan. Koordinasi antar ketua ranting rutin dilaksanakan. Setiap potensi gesekan yang muncul dapat langsung diselesaikan. Setiap warga perguruan saling beriringan. Selain itu, pemerintah juga terbuka kepada semua perguruan. Tidak pilih kasih dalam pemanfaatan fasilitas gedung atau lapangan untuk berlatih. Ini merupakan salah satu upaya peningkatan prestasi pencak silat di Kecamatan Taman.

“Kondusifitas ini harus terus dijaga. Kami berkomitmen untuk mengedepankan itu di atas segalanya,” imbuh Doris.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu mengapresiasi apa yang sudah dilakukan masyakarat khususnya warga perguruan di Kecamatan Taman. Kendati berbeda perguruan tetapi tetap guyup rukun. Terbukti, dengan tidak adanya gesekan atas nama perguruan di beberapa tahun terakhir. Ini, kata dia, satu capaian yang luar biasa. Pihaknya berharap keamanan dan ketenteraman yang sudah terjalin apik ini terus dapat ditingkatkan. Apalagi, saat ini tengah berada ditahun politik. Gesekan sekecil apapun wajib ditekan.

“Kami tentu saja tidak dapat bekerja sendiri. Peran dari masyarakat seperti ini amat sangat penting. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Dia berharap masyakarat memahami benar pentingnya menjaga keamanan. Menjadikan kondusifitas sebagai kebutuhan. Keamanan merupakan akar dari segala bidang. Kondisi yang tidak aman bakal mengganggu rutinitas pekerjaan, pendidikan anak-anak, hingga kesehatan dan dunia usaha. Masyakarat diliputi kekhawatiran. Ini dapat mengancam keutuhan bangsa dan negara.

“Keutuhan bangsa memang masalah besar. Tetapi dapat dipicu dari hal-hal kecil di masyarakat. Ini tidak boleh dianggap sepele. Hal-hal yang tidak perlu dilakukan, jangan dilakukan,” pungkasnya. (lucky/iko/agi/diskominfo)