MADIUN – Sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) Kota Madiun bakal terserap optimal tahun ini. Duit sebesar Rp 134 miliar dari total Silpa 2017 Rp 308 miliar itu bakal terserap di APBD perubahan 2018 ini. Peruntukkannya sama, untuk peningkatan enam program prioritas BaRis Jilis II. Hal itu mengemuka saat penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2018, Kamis (9/8/2018).

‘’Penyerapan Silpa 2017 memang menjadi atensi kami dalam pelaksanaan P APBD tahun ini. Anggaran dari pos ini harus terserap optimal untuk kesejahteraan masyarakat,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto usai penandatangan nota kesepakatan KUPA PPAS di DPRD.

Duit sebesar Rp 134 miliar tersebut bakal digunakan untuk peningkatan kapasitas pengelolaan pendidikan, peningkatan kapasitas pengelolaan kesehatan, peningkatan daya saing perekonomian daerah, percepatan penanggulangan kemiskinan, peningkatan pelayanan publik, dan peningkatan infrastruktur sanitasi kota untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Ini penting demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

‘’Pembangunan manusia menjadi prioritas pemkot. Capaian IPM (indek pembangunan manusia) Kota Madiun diperingkat ketiga menjadi salah satu buktinya. Ini harus terus ditingkatkan. Salah satunya dengan peningkatan enam program prioritas tersebut,’’ jelasnya.

Walikota tak membantah masih terdapat Rp 174 miliar duit Silpa yang belum dapat terserap. Namun, bukan tanpa sebab. Duit sebesar itu merupakan anggaran mandatory. Artinya, peruntukkannya khusus. Salah satunya, Dana Alokasi Khusus (DAK). Duit DAK harus sesuai dengan peruntukan awal. Pemkot tidak bisa menggunakan secara sembarangan. Walikota tunjuk bukti anggaran DAK pembangunan rehab gedung sekolah tidak dapat digunakan untuk pembangunan jalan. Peruntukkannya harus tetap untuk rehab gedung sekolah.

‘’Pemerintah tidak dapat jalan seenaknya. Harus mengikuti aturan yang berlaku. Kami tidak ingin terjadi masalah karena penggunaan anggaran yang sembarangan,’’ ujarnya.

Ketua DPRD Kota Madiun Istono menyebut program yang mengemuka dalam KUPA PPAS sudah sesuai dengan prioritas program yang dijalankan pemkot setempat. Pun, pembahasan telah dilakukan secara mendalam melalui tim banggar pemkot dan dprd sebelumnya. Beberapa masukan dari wakil rakyat saat pembahasan juga sudah dimasukkan. Dia tak membantah adanya tambahan anggaran pada sejumlah bidang di P APBD 2018 ini. Mulai kesehatan hingga infrastruktur. Namun, pihaknya belum dapat merinci secara lebih mendalam.

‘’Prinsipnya kami telah sepakat. Tentu akan dibahas lebih rinci setelah pemkot menyodorkan rancangan P APBD melalui RAK,’’ jelasnya. (lucky/agi/madiuntoday)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun