MADIUN – Perang terhadap narkoba menjadi fokus pemerintah. Sosialisasi intensif dilakukan. Terutama tentang bahaya penyalahgunaan obat-obat terlarang tersebut. Terutama bagi generasi muda. Sebab, generasi ini yang kerap menjadi sasaran para bandar narkoba. Tujuannya jelas, merusak generasi pemimpin kedepan. Perlu campur tangan semua pihak agar calon pemimpin masa depan ini terlindungi dari bahaya narkoba.

‘’Pemkot Madiun terus hadir untuk melindungai sekaligus mencetak generasi yang unggul. Ini penting karena generasi mudah ini yang nanti menjadi calon pemimpin di tanah air dan Kota Madiun khususnya,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat Pembinaan Generasi Muda di Kota Madiun, Kamis (9/8/2018).

Kenakalan remaja di Kota Madiun cukup dapat ditekan. Namun, tidak berarti kasus kenakalan remaja tidak ada sama sekali. Masih terdapat sejumlah kasus setiap tahunnya. Pemerintah terus melakukan pendampingan dan pencegahan agar tidak semakin terulang. Indikatornya mudah, predikat Kota Layak anak yang kembali didapat Kota Madiun salah satu buktinya.

Kenakalan remaja, lanjutnya, juga tidak muncul begitu saja. Ada berbagai faktor yang mempengaruhinya. Terlebih dalam kasus penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja. Walikota menyakini terdapat campur tangan orang lain dalam lingkaran narkoba tersebut.

‘’Karena kasus penyalahgunaan narkoba tidak bisa berdiri sendiri. Pasti ada yang menyuplai, pergaulan lingkungan dan faktor keluarga,’’ terang walikota dihadapan ratusan siswa-siswi SMP dan MTS Kota Madiun yang menjadi peserta.

Mantan dosen ini menjelaskan sumber dari kenakalan remaja beragam. Salah satunya, efek keluarga yang tak harmonis. Tanpa pengawasan keluarga, remaja bisa memilih teman yang salah.

‘’Keluarga broken, pergaulan yang salah, dan aspek-aspek psikologis lainnya dapat membawa seseorang untuk mencoba hal buruk termasuk narkoba,’’ terangnya.

Diperlukan tenaga pendidik yang inovatif untuk memasukkan pengetahuan tentang bahaya narkoba. Harapannya, pola pikir remaja terbuka. Remaja menjadi paham benar tentang akibat dan cara menghindarinya.

‘’Dipersilahkan kalau pengetahuan tentang bahaya narkoba dimasukkan dalam muatan lokal. Ini berarti merupakan inovasi baru,’’ pesannya.

Remaja diharap menjadi agen dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Baik dalam lingkungan sekolah, maupun di dalam masyarakat. Harapannya, terwujud generasi muda yang sehat dan berprestasi tanpa narkoba. (devit/adit/rama)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun