MADIUN – Wakil Walikota Madiun Armaya resmi mundur dari jabatan. Proses pembahasan pengunduran diri sebagai orang nomor dua di Kota Madiun itu telah sampai ditangan wakil rakyat, Jumat (3/8/2018). Keputusan pengunduran diri Yayak –sapaannya- tinggal menunggu surat keputusan (SK) Mendagri.

‘’Prinsipnya kami menghormati keputusan beliau. Sebagai warga negara yang taat pada hukum, semua proses (pengunduran diri) harus tetap diikuti. Artinya, kami ikuti aturan yang berlaku,’’ kata Ketua DPRD Kota Madiun Istono usai Rapat Paripurna Penyampaian Pengumuman Pengunduran diri, Jumat (3/8/2018).

Sebagai teman, dia mengaku memahami benar keputusan sahabatnya itu. Apalagi, terdapat tugas besar dibalik keputusannya tersebut. Aryama bakal bertarung pada pemilihan legislatif (pileg) 2019 nanti. Pengunduran diri dari posisi wakil walikota menjadi konsekuensi. Proses pengunduran diri wajib rampung H-1 setelah pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg).

‘’Sesuai aturan mundurnya beliau tidak akan ada penggantinya. Walikota tidak akan memiliki wakil hingga masa jabatan berakhir,’’ jelasnya.

Walikota Sugeng Rismiyanto menyebut tak menyoal dirinya tanpa wakil hingga masa jabatan selesai. Sebab, aturan menyebut penggantian dapat dilakukan minimal sisa jabatan 18 bulan. Saat ini, sisa jabatan tinggal separonya. Apalagi, dirinya juga pernah memimpin Kota Madiun sendirian sebelum Armaya dilantik menjadi wakil walikota.

‘’Sedikit banyak pasti berpengaruh. Harus diakui itu. Tetapi prinsipnya pemerintah tetap harus berjalan. Kami pada dasarnya tetap akan memberikan yang terbaik,’’ ujar walikota.

Walikota menyebut bakal lebih banyak berkoordinasi dengan instansi terkait. Terutama DPRD. Walikota mengaku siap menjalankan roda pemerintahan hingga sisa masa jabatan berakhir tanpa wakil walikota.

‘’Prinsipnya kami siap. Tentu dengan banyak berkoordinasi dengan instansi terkait,’’ terangnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Armaya mengaku berat meninggalkan amanah sebelum masa bertugas habis. Namun, dirinya tidak banyak berbuat lantaran sudah turun mandat partai. Setiap konsekuensi harus diterima. Apalagi, aturan mewajibkan setiap bacaleg tidak sedang terikat dengan jabatan kedinasan. Artinya, dia harus mundur dari jabatan sekarang jika ingin mendaftar sebagai caleg.

‘’Keputusan ini sudah muncul sejak Juni lalu. Saya siap menerima segala konsekuensinya,’’ kata Armaya. (ws hendro/agi/diskominfo)