MADIUN – Hari Raya Kurban tinggal dua minggu lagi. Momentum ini menjadi ladang penghasilan tersendiri bagi sebagian orang. Salah satunya, penyedia hewan kurban. Pekerjaan yang satu ini banyak bermunculan mendekati hari raya haji tersebut.

Namun, ada juga yang memanfaatkan momentum untuk meraup keuntungan maksimal. Mulai metode penggemukan instan hewan kurban agar meningkatkan nilai jual hingga menjual hewan yang kurang sehat. Masyarakat wajib berhati-hati. Sebab, daging hewan kurban dengan kondisi yang tidak sehat berdampak buruk bagi kesehatan.

Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun drh Cahya Rini Budiarti menyebut terdapat sejumlah ciri hewan kurban yang sehat dan layak dipilih. Mulai dari bulu hingga tingkah laku hewan. Berikut tips memilih hewan kurban ala drh Rini.

1. Aktif 
Hewan sehat tentu hewan yang aktif. Artinya, aktif bergerak. Hewan yang paling banyak diam patut dicurigai. 
2. Bulu
Hewan kurban terutama kambing atau domba yang sehat dapat dikenali melalui bulunya. Bulu wajib bersih dan mengkilap. Hewan yang sakit biasanya memiliki bulu kusam dan mudah rontok.
3. Mata
Bagian mata lebih mudah dikenali. Mata hewan yang sehat terlihat benih, jernih, dan tidak sayu. Mata dapat menanggapi rangsang disekitar dengan cepat. Artinya, jika ada sesuatu yang bergerak di dekatnya, pandangan langsung mengikuti.
4. Testis
Bagian testis hewan harus simetris. Artinya, memiliki ukuran sama besar dan sama panjang. Hewan dengan bentuk testis tak sama patut dicurigai.
5. Cabut gigi alami (powel)
Gigi powel alami dapat ditandai dengan adanya gigi baru setelahnya. Jika bagian gigi yang hilang tersebut tidak ditemukan adanya gigi baru, patut dicurigai bagian gigi tersebut dicabut secara paksa.

drh Rini menyarankan untuk membeli hewan kurban kepertenak langsung. Sebab, hewan kurban dipeternak sudah dipelihara sejak lama. Kesehatan hewan lebih terjamin. Apalagi, peternak kebanyakan menjadi binaan petugas kesehatan hewan pemerintah daerah setempat. Setiap riwayat kesehatan terkontrol.

‘’Petugas pastinya juga langsung memberikan pengobatan jika terindikasi sakit. Bahkan, jika kelewat parah akan diminta untuk tidak dijual dulu,’’ terangnya.

Sebaliknya, kesehatan hewan sulit dilacak untuk hewan dari penjual. Apalagi, penjual kebanyakan mendatangkan dari luar daerah. Hewan melewati perjalanan panjang. Belum lagi perlakuan penjual ke hewan. Pihaknya berencana menggelar pemeriksaan ke penjual dalam waktu dekat.

‘’Kalau pemeriksaan di tempat peternak sudah rutin kami lakukan dan ditingkatkan mendekati hari raya Idul Kurban ini, kami juga akan lakukan pemeriksaan ke penjual langsung,’’ ujarnya sembari menyebut hewan kurban di peternak sejauh ini dalam kondisi baik. (agi/madiuntoday)

sumber : https://www.facebook.com/madiuntoday.id/