MADIUN – Upaya mewujudkan dan meningkatkan sinergitas demi menjaga keamanan dan kondusifitas terus dilakukan Pemerintah Kota Madiun. Rapat koordinasi tim terpadu penanganan konflik dilakukan. Tujuannya, guna mendukung persiapan pemilu 2019.

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto menghimbau jajaran tiga pilar serta seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan gerakan-gerakan pemicu konflik.

‘’Kita dituntut untuk mewaspadai segala pemicu konflik. Ini sudah menjadi bagian yang melekat pada institusi. Intinya kita sepakat, mencegah lebih tepat daripada mengobati,’’ kata walikota saat rakor tim terpadu penanganan konflik sosial di Gedung Diklat, Rabu (1/8/2018).

Sugeng berharap tim terus melakukan deteksi dini. Konteks menjaga ketentraman dan keamanan masyarakat adalah harga mati harus terus digelorakan. Terorisme dan radikalisme tidak menutup kemungkinan bakal mengacau pelaksanaan pemilu 2019 mendatang. Walikota mengimbau untuk tetap waspada. Ini penting mengingat mudahnya ujaran kebencian dan berita hoax seiring kemajuan teknologi seperti saat ini.

‘’Ini merupakan tugas dan tanggung jawab bersama. Artinya, butuh peran semua pihak untuk menjaga kondusifitas,’’ ujarnya.

Walikota mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak dalam menjaga kondusifitas di Kota Madiun. Baik kepada masyarakat, TNI-Polri, serta kejaksaan yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik dalam pelaksanaan Pilkada serentak lalu.

Sementara itu, Kepala Staf Kodim Mayor Infantri Mulyadi menyebut jangan sampai ada ruang bagi oknum yang akan mencederai pesta rakyat. Solidaritas mulai jajaran Polsek sampai lingkup RT harus terus ditingkatkan. Ini penting lantaran menjadi garda terdepan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

‘’Mari rapatkan barisan. Kita mempunyai tujuan sama. Yaitu, menjaga keamanan dan ketertiban. Tidak boleh takut dengan keadaan yang sifatnya mangacau. Harus kompak dan saling memberi informasi. Semua harus siap. Itulah yang dibutuhkan pemerintah,’’ imbuhnya. (dhevit/tia/diskominfo)