MADIUN – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah pusat beberapa waktu lalu berpengaruh di daerah. Buktinya, Kota Madiun mengalami inflasi sebesar 0,73 persen selama Juni lalu. Selain itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) terhitung sebesar 131,14 persen. Ini menjadikan Kota madiun berada diurutan keempat dari delapan Kabupaten/Kota penghitung inflasi nasional di Jawa Timur. Seluruhnya mengalami inflasi. Data ini mengemuka saat pres release Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Kamis (5/7/2018).

Penyabab inflasi di Kota Madiun lebih lantaran kenaikan IHK pada lima kelompok komoditas. Yakni, kelompok transportasi serta komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi tertinggi sebesar 1.79 persen. Setelah itu kelompok bahan makanan, disusul kelompok sandang. Kenaikan sejumlah kelompok itu tak terlepas dari kenaikan BBM. Namun, tidak semua kelompok mengalami inflasi. Sebaliknya, kelompok pendidikan dan rekreasi mengalami deflasi sebesar 0,11 persen.

Kepala BPS Kota Madiun Firman Bastian menyebut komoditas yang dominan mempengaruhi inflasi pada Juni 2018 di antaranya angkutan antar kota, daging ayam ras, tarif kereta api, mie instan dan kacang panjang. Sedangkan komoditas penekan inflasi antara lain telur ayam ras, nangka muda, beras, biskuit dan pir.

‘’Yang perlu diwaspadai, kenaikan harga BBM akan menggerakkan komoditas harga pangan. Kemudian kurs rupiah memiliki dampak terhadap kenaikan untuk komoditas yg lain. Apabila tidak terjaga dengan baik dibanding kota atau kabupaten sekitar akan mengurangi daya beli masyarakat. Ini dapat menurunkan daya saing,’’ ungkap firman.

Terkait Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Kota Madiun malah mengalami peningkatan. Laju pertumbuhan PDRB di Kota Madiun sebesar 5,93 persen 2017 lalu. Sebelumnya, tercatat 5,90 persen di 2016. Firman menambahkan PDRB merupakan akumulatif hasil barang dan jasa di Kota Madiun dalam kurun waktu tertentu. Ini dapat menjadi alat ukur pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Kontribusi PDRB di kota madiun didominasi oleh perdaganagn, pengolahan, informasi dan komunikasi.
(nurdiono,tia/diskominfo)