MADIUN – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Bahkan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengisntruksikan adanya desk Pilkada disetiap daerah yang melaksanakan. Tak terkecuali di Kota Madiun yang memiliki Desk ini berfungsi untuk mengawal dan melaporkan penyelenggaraan Pilkada.

Pelaporan dilakukan langsung Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto, Wakil Walikota Armaya, dan Pj Sekda Rusdiyanto di Gedung Bersama lantai IV, tempat Posko Desk Pilkada, Jumat (29/6/2018). Laporan melalui teleconference itu diterima Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Kemendagri Andi Batara Lifu beserta Kepala Pusat Data dan Informasi Kemendagri Asmawan.

Kemendagri meminta data dan informasi data terkini terkait penyelenggaraan Pilkada di daerah-daerah. Baik tentang perolehan suara sementara, hal-hal yang terkait keamanan hingga potensi gesekan-gesekan atau pelangggaran yang mungkin ada. Baik pelanggaran yang dilakukan aparatur sipil negara (ASN), penyelenggara atau pihak yang lain.

Kota Madiun berpenduduk 209.335 jiwa. Sebanyak 159.994 di antaranya merupakan pemilih. Terkait dengan kemanan dan ketertiban, walikota dengan tegas menyampaikan Kota Madiun aman dan kondusif. Itu tak terlepas dari peran semua elemen bersama tiga pilar dalam hal ini Pemerintah, TNI dan Polri dan plus tokoh agama dan tokoh masyarakat yang terlibat menjaga keamanan.

‘’Nyaris tidak ada kejadian yang menonjol tahapan demi tahapan Pilkada di Kota Madiun. Di dalam pendistribusian sampai pengambilan suara dan perhitungan tidak ada persoalan yang berarti. Ini tak terlepas dari peran semua pihak,’’ ungkapnya.

Terkait netralitas, walikota memastikan tidak terdapat masalah. Baik, TNI, Polri maupun ASN. Semua dapat menyesuaikan dengan tupoksi masing-masing.

‘’Masyarakat sudah semakin dewasa dalam berdemokrasi. Seratus persen kondusif dan tidak ada persoalan sampai saat ini,’’ tegasnya.

Walikota juga menyampaikan hasil Pilkada Kota Madiun yang diikuti tiga paslon. Perolehan hasil hitung cepat, paslon nomor urut 1 Maidi-Inda memperolah 39.474 suara atau 38,60 persen. Paslon nomor urut 2 Mahardika-Arif memperoleh 35.371 suara atau 34,59 persen. Sedang, nomor urut 3 Yusuf Bambang-Wahyudi memperoleh 27.414 atau 26,81 persen.

Diakhir teleconference, Andi Batara Lifu berterima kasih atas terselenggaranya Pilkada di Kota Madiun yang berlangsung aman dan damai. Dia berharap kondusifitas terus terjaga sampai penetapan walikota dan wawali terpilih.

‘’Semoga kondusifitas tetap terjaga sampai dengan akhir penetapan kepala daerah terpilih oleh KPU mendatang,’’ pungkasnya.

Sebelumnya, Kota Madiun telah menggelar teleconference, Rabu (27/6/2018) bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Dalam teleconference tersebut dilaporkan mengenai penyelenggaraan pencoblosan di Kota Madiun yang berjalan dengan lancar. (luki,adit,farid/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun