MADIUN – Tokoh agama mengambil peran penting dalam pembangunan suatu daerah. Menjadi penyejuk di tengah masyarakat. Namun, juga turut membantu dalam membentuk karakter masyarakat yang agamis dan religius. Walikota Sugeng Rismiyanto mengapresiasi bantuan dan upaya tokoh agama tersebut. 
 
‘’Pembangunan masyarakat memang menjadi tanggung jawab bersama. Tanpa keberadaan tokoh agama ini pemerintah pastinya kewalahan. Semoga kerja bareng ini terus terjaga dan ditingkatkan ke depannya,’’ kata walikota saat buka bersama tokoh agama dan alim ulama di rumah dinas, Kamis (7/6/2018).
 
Ratusan tokoh agama turut ambil bagian dalam kegiatan. Hadir juga Wakil Walikota Madiun Armaya, Ketua DPRD Istono, PJ. Sekretaris Kota Madiun Rusdiyanto dan Kepala OPD se-Pemkot Madiun.
 
Walikota berharap para tokoh agama ini terus berkontribusi dalam mencerdaskan generasi penerus. Terutama dibidang keagamaan. Ini penting agar generasi penerus tidak hanya meemiliki intelektual tinggi. Namun, juga berakhlak dan berilmu agama yang mumpuni. 
 
‘’Bapak-ibu sekalian memiliki peran memberikan bekal keagaamaan untuk generasi penerus,’’ katanya.
 
Namun, pemkot bukan lantas tanpa upaya. Perhatian kepada guru madrasah diniyah (madin) diberikan. Salah satunya, melalui santunan kendati jumlahnya tak besar. Beasiswa untuk anak-anak kurang mampu juga diberikan. Bagi yang hendak kuliah, tidak perlu khawatir. Pemkot juga menyediakan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga yang kurang mampu. Pendidikan tinggi ini diharap dapat memutus sisilah kemiskinan. 
 
‘’Kami sediakan 250 paket beasiswa dengan nominal Rp 750 ribu perbulan permahasiswa hingga lulus,’’ tuturnya.
 
Program ini, lanjutnya, cukup menarik perhatian warga luar daerah. Buktinya, banyak yang bermigrasi menjadi warga Kota Madiun saat hendak masuk perkuliahan. Padahal, dia tidak bersekolah di kota pecel sebelumnya. Wajib menjadi warga Kota Madiun memang salah satu persyaratannya. Walikota menyebut bakal menambah persyaratan dengan melihat riwayat pendidikan sebelumnya. 
 
‘’Kalau memang tidak bersekolah di Kota Madiun sebelumnya, lebih baik tidak diberikan. Beasiswa ini harus dimanfaatkan yang benar-benar warga Kota Madiun,’’ tegasnya.
 
Walikota meminta maaf jika terdapat sejumlah permohonan yang belum terealisasi. Sebab, terdapat ratusan proposal baik yang terkait permintaan renofasi atau pembanguanan sampai penyediaan alat pengeras dan semacamnya. Itu lebih lantaran prosedur pelaksanaan APBD yang tidak dapat serta merta digunakan. Wajib melalui penyusunan sebelum tahun anggaran berjalan.
 
‘’Lebih dari 200 surat permohonan di meja kerja saya. Kalau tidak bisa direalisasikan tahun ini akan dimasukkan dalam anggaran tahun depan,’’ pungkasnya. (luki,adit,iko/diskominfo)
 
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun