MADIUN – Pendidikan akar pembangunan. Tak heran, pendidikan menjadi salah satu kebutuhan dasar. Pendidikan juga menjadi program prioritas pemerintah. Walikota Madiun kembali memberikan perhatian pada dunia pendidikan. Pemkot tidak hanya memberikan beasiswa. Namun, juga menggandeng langsung instansi pendidikan tingkat perguruan tinggi.
 
Teranyar, pemkot menggandeng Politeknik Negeri Madiun (PNM) dan Akademi Perkeretaapian Indonesia (API). Kerja sama demi memberi kemudahan masyarakat Kota Madiun yang ingin menuntut ilmu di perguruan tinggi.
 
‘’Kami meminta jatah satu kelas. Paling tidak 30 mahasiswa khusus warga Kota Madiun yang akan kami biayai sampai lulus,’’ kata Walikota Sugeng Rismiyanto seusai mengikuti launching Progam Studi Diploma 4 Perkeretaapian PNM di aula Administrasi Bisnis Kampus II PNM, Jumat (8/6/2018). 
 
Kerja sama ini sengaja bersamaan dengan peluncuran program studi anyar PNM. Program perkeretaapian sengaja dipilih untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di industri keretaapian tanah air. Beasiswa pemkot rencananya untuk jurusan anyar ini. Bahkan, bukan hanya berhenti seusai perkuliahan. PNM juga bekerja sama dengan PT Industri Kereta Api (INKA) untuk penyaluran alumni. Artinya, kesempatan menjadi karyawan PT INKA cukup besar.
 
‘’Begitu juga dengan kerja sama kami dengan API. Kami juga minta satu kelas yang akan kami biayai. API juga bekerja sama dengan PT KAI untuk penyaluran alumni,’’ ujarnya sembari berharap masyarakat yang berminat segera bersiap.
 
Direktur PNM Muhammad Fajar Subkhan menyebut prodi baru ditargetkan buka tahun ini. Pihaknya, saat ini tengah mempersiapkan segala keperluannya. Mulai menentukan kurikulum, tenaga pengampu, dan sarana-prasarana. Itu sesuai dengan instruksi Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir yang turut meresmikan peluncuran prodi baru PNM tersebut.
 
‘’Kebutuhan SDM dibidang ini masih besar. Kami tertantang untuk turut menyediakannya,’’ ujarnya smebari menyebut program dipastikan berbeda dengan yang diampu di API.
 
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir menyebut kereta api saat ini menjadi alat transportasi yang tengah menjadi perhatian serius. Bahkan, pemerintah pusat menargetkan adanya jalur rel yang menghubungkan antar daerah dalam satu pulau. Tak heran, butuh tenaga terampil dibidang perkerataapian ini. Pihaknya mengaku sengaja mendorong PNM untuk membuka jurusan baru bidang ini. 
 
‘’Kota Madiun memiliki perusahaan kereta api berstandar internasional. Ini harus didukung pendidikan di sekitarnya. Salah satunya dengan menyediakan tenaga-tenaga terampil dibidangnya,’’ ungkapnya. (ws hendro/agi/diskominfo)
 
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun