MADIUN – Tempat ibadah merupakan salah satu sarana umum penting. Namun, keberadaannya terkadang tak terurus. Terutama di kawasan pinggiran. Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto meminta instansi terkait untuk memprioritaskan tempat ibadah yang didaerah pinggir.

‘’Kepada Bagian Pereksos (Perekonomian dan Sosial) mendahulukan bantuan untuk Masjid atau Musala daerah pinggir dan kurang bagus,’’ kata walikota usai Salat Isya dan Tarawih di Musala Al-Ikhlas Jalan Hayam Wuruk, Selasa (5/6/2018).

Pemkot memang biasa memberikan bantuan saat giat Safari Ramadan. Besarannya beragam. Pemkot memberikan Rp 15 juta untuk masjid, dan Rp 10 juta untuk musala.

Walikota tak membantah masih terdapat masjid atau musala yang kurang bagus dan butuh bantuan. Namun, belum juga menerima bantuan. Walikota menduga lantaran pengurus masjid tidak ada yang menyerahkan proposal kepada Pemkot Madiun melalui Bagian Pereksos.

‘’Kalau perlu dewan masjid dan mushola mencari petugas yang bisa membuat proposal,’’ ungkapnya.

Keberadaan Musala Al-Ikhlas sudah sejak 29 tahun lalu. Meskipun berada di gang buntu, namun bangunan masih cukup bagus. Musala juga memiliki banyak jamaah yang di antaranya anak-anak.

Walikota menyebut pemkot telah menyiapkan beasiswa sampai kelas sembilan. Begitu juga bagi yang sudah kuliah. Pemkot memiliki Bantuan Beasiswa Mahasiswa (BBM). Besarannya mencapai Rp 10 milyar pertahunnya. Pemkot juga bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

‘’Butuh SDM (sumber daya manusia) yang mumpuni agar regenerasi berjalan optimal. Makanya pendidikan butuh mendapat perhatian lebih. Harapannya, siap menjadi tenaga kerja terampil atau penyedia kerja dan mampu berpenghasilan lebih,’’ pungkasnya. (nurdiono,adit/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun