MADIUN – Anak yatim piatu berhak mendapat kebahagiaan. Keberadaannya wajib diperhatikan. Pemkot Madiun terus berupaya memberikan perhatian kepada anak yatim piatu dengan menggelar buka bersama di halaman balaikota, Rabu (6/6/2018).

“Anak yatim piatu juga masyarakat Kota Madiun. Menjadi bagian Kota Madiun. Mereka juga berhak mendapat perhatian dan kebahagiaan,” kata Walikota Sugeng Rismiyanto.

Perhatian pemerintah bukan sekedar buber. Ratusan anak yatim tersebut juga mendapat santunan. Selain itu, perhatian juga berupa program. Seperti beasiswa bagi pelajar hingga mahasiswa. Anak yatim piatu, kata dia, tidak perlu khawatir terkait pendidikan. Sebab, pemkot menggratiskan biaya pendidikan hingga kelas 9. Bahkan, progam wajib belajar sampai kelas XII sebelum kewenangan pengelolaan SMA diminta provinsi.

“Pendidikan merupakan kebutuhan dasar. Ini penting. Salah satunya untuk memutus silsilah kemiskinan,” ujarnya.

Beasiswa juga untuk mahasiswa. Program bantuan beasiswa mahasiswa (BBM) disiapkan. Nominalnya Rp 750 ribu perbulan permahasiswa hingga lulus. Pemkot menyiapkan 250 paket. Bantuan ini sengaja dikhususkan untuk masyarakat kurang mampu namun berprestasi. Walikota berharap anak yatim piatu yang ingin menuntut ilmu hingga jenjang perkuliahan tidak perlu berkecil hati.

“Silahkan ini dimanfaatkan. Tidak perlu berkecil hati. Pastinya akan ada orang tua lain dan juga pemerintah yang juga menyanyangi anak-anak yatim piatu seperti kalian,” pungkasnya. (ws hendro/agi/dsikominfo).