MADIUN – Taman Pendidikan Alquran (TPA) mengambil peran penting dalam pembelajaran agama dan pembentukan karakter anak. Tak heran, proses belajar-mengajarnya lebih ditekankan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan rohani anak. Melalui pendidikan TPA, seorang anak diharap menjadi pribadi yang soleh-solehah dan berbakti.

‘’Peran bapak ibu guru TPA atau madrasah diniyah seperti ini penting. Ditangan bapak-ibu, besar harapan dari para orang tua supaya anaknya menjadi anak yang soleh-solehah,’’ ungkap Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat membuka buka bersama dengan para guru TPA se-Kota Madiun, Selasa (5/6/2018).

Dengan pengajaran Agama Islam sesuai syariat, menjadikan anak-anak Kota Madiun menjadi berilmu dan berakhlak mulia. TPA, kata dia, terus berkembang. Buktinya, banyak anak-anak yang sudah pandai membaca Alquran. Bahkan, menjadi hafidz alias penghafal Alquran.

‘’Dulu yang qiroah remaja, tadi yang baca anak-anak. Berarti pendidikan TPA di Kota Madiun terus berkembang,’’ tuturnya.

Pemkot tentunya pantang berdiam diri. Pemkot memberikan bantuan sosial kepada 661 Guru TPA se-Kota Madiun. Bantuan tidak besar. Namun, diharap dapat memberikan semangat.

‘’Jangan dilihat nilainya, ini sebagai penyambung komunikasi Pemkot Madiun dengan guru TPA,’’ tuturnya.

Selain Guru TPA, bantuan hibah operasional juga diberikan untuk Lembaga Koordinasi Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al Qur’an dan Taman Pendidikan Al Qur’an (LKP2 TKA/TPA). Pemkot memberikan bantuan Rp 25 juta.

Walikota mengajak untuk terus meningkatkan ibadah khususnya pada akhir Ramadan. Jangan sampai ibadah kendor hanya lantaran mempersiapkan lebaran. Padahal, belum tentu dapat bertemu dengan Ramadan tahun depan.

‘’Semoga dapat melaksanakan puasa sampai selesai dan dapat dipertemukan dengan Ramadan yang akan datang,’’ pungkasnya. (luki,adit/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun