MADIUN – Hari raya Idul Fitri sebentar lagi. Perayaannya wajib aman, nyaman, dan lancar. Tak heran, kondusifitas wajib terus dijaga. Pesan itu mengemuka saat video converence (vicon) Forpimda Kota Madiun bersama Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Selasa (5/6/2018).

Pesan menjaga kondusifitas penting mengingat keamanan dan ketertiban menjadi dasar kebutuhan manusia. Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian bersama beberapa menteri juga menyampaikan sejumlah isu dan potensi kerawan yang dimungkinkan mengemuka mulai menjelang hingga saat lebaran nanti. Mulai kebutuhan pangan, rute arus mudik dan balik, bencana alam sampai dengan terorisme atau aksi radikalisme. Sejumlah isu ini berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

‘’Kami minta Satgas Pangan terus memonitoring suplai dan perguliran bahan pangan agar harga pangan tetap stabil dan tidak terjadi inflasi,’’ katanya.

Sedang untuk aksi teror, lanjutnya, perlu adanya kerja bersama dengan memberi perhatian lebih kepada kelompok-kelompok tertentu. Tak heran, butuh sinergitas seluruh stakeholder, termasuk masyarakat. Keterlibatan masyarakat penting dalam menekan aksi terorisme dan radikalisme.

Kapolri berharap setiap tingkat jajaran stakeholder baik pusat maupun daerah dapat segera melaksanakan rapat koordinasi dan memberikan pandangan khususnya dalam pengamanan lebaran 2018.

Sementara itu Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Kabulog RI Budi Waseso menyebut suplai kebutuhan pokok lebaran cukup. Terutama persediaan beras yang mencapai 1,5 juta ton saat ini.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebut stok bahan maupun bahan bakar minyak cukup. Namun, perlu adanya pengawasan terutama kepada pelaku usaha. Ini penting agar tidak terjadi penimbunan.

Menteri Perhubungan Budi Karya turut angkat bicara terkait angkutan dan transportasi lebaran. Masyarakat yang melaksanakan mudik diimbau waspada. Terutama mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Pemudik dengan kendaraan roda dua diimbau tidak berjalan sejauh 60 kilometer nonstop. Artinya, segera beristirahat untuk kemudian melanjutkan kembali. Sebab, kelelahan berkendara menjadi salah satu penyumbang laka lantas terbesar.

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto menyebut bakal segera melakukan koordinasi dan komunikasi terkait pesan yang disampaikan kapolri dan sejumlah menteri tersebut. Walikota menyebut berbagai upaya antisipasi sudah dilakukan Pemkot dan jajaran Forpimda di Kota Madiun. Salah satunya, dengan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) dan operasi pasar untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang lebaran.

‘’Tentu saja apa yang sudah diinstruksikan kapolri tadi akan menjadi atensi kami di daerah. Prinsipnya kami siap mendukung kebijakan dari pemerintah pusat demi optimalisasi pelayanan kepada masyarakat,’’ tuturnya usai Vicon di Mapolres Madiun Kota tersebut. (tia/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun