MADIUN – Puasa Ramadan memasuki sepuluh hari terakhir. Lebaran sebentar lagi. Masyarakat wajib segera bersiap menyambutnya. Apalagi, lebaran kali ini terasa lebih istimewa lantaran libur bersamanya yang cukup panjang. Libur panjang itu dimulai minggu depan. Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto memprediksi bakal banyak masyarakat yang mudik. Masyarakat Kota Madiun harus bersiap menyambut tamu dari berbagai kota ini.

‘’Mari sama-sama menciptakan Kota Madiun yang bersih dan indah. Buat pemudik nyaman berada di Kota Madiun,’’ kata walikota sata buka bersama dengan ketua Rt, RW, dan LPMK se-Kota Madiun di Gor Wilis, Senin (5/6/2018).

Caranya dengan bekerja bakti membersihkan lingkungan masing-masing. Selalu membuang sampah pada tempatnya dan tidak mengotori lingkungan. Ini penting agar pemudik dan warga luar kota berkesan. Pemudik menambah sumber pendapatan. Setidaknya mendongkrak daya beli. Artinya, perputaran uang meningkat. Ekonomi terdongkrak.

‘’Prinsipnya semakin banyak yang datang berarti membuka peluang ekonomi. Libur panjang lebaran kali ini tentunya merupakan satu peluang yang harus dimanfaatkan. Mari sambut dimulai dengan menjaga kebersihan demi kenyamanan,’’ ujarnya.

Walikota mengajak untuk terus tingkatkan keimanan dan ketaqwaan di akhir Ramadan. Peningkatan itu diimplementasikan dengan memupuk ukuwah islamiyah. Tujuannya, persatuan dan kesatuan di Kota Madiun terus terjaga.

‘’Keamanan menjadi kebutuhan dasar. Mewujudkannya merupakan tanggung jawab bersama. Mari tingkatkan ukuwah islamiyah untuk mewujudkan kerukunan demi menciptakan keamanan,’’ ungkapnya sembari menyebut ini penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Walikota juga mengingatkan akan Pilkada yang sebentar lagi berlangsung. Dia berharap masyarakat memanfaatkan hak pilihnya dengan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih. Pilih sesuai hati dan jangan sampai golput. Pilihan, kata dia, menentukan pemimpin Kota Madiun lima tahun ke depan.

Masyarakat, lanjutnya, harus melek informasi. Masyarakat dapat mencari informasi pilkada di KPUD maupun Bawaslu setempat. Informasi juga bisa didapat dari instansi yang berkompeten. Walikota menghimbau agar tidak mencari informasi dari sumber yang belum tentu kebenarannya. Bahkan menyesatkan.

‘’Pemerintah menjadi sumber informasi, motivator, dinamisator untuk Pilkada jangan mencari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,’’ ungkapnya.

Walikota menyebut sumber Pilkada yang bermartabat terwujud keadilan sosial di seluruh rakyat Indonesia. Tak heran, penting mensuksekan Pilkada. Walikota berpesan untuk terus jaga kondusivitas Kota Madiun. Jangan sampai terprovokasi informasi yang menyesatkan. Apalagi, hingga terjadi gesekan-gesekan yang dapat menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan.
(luki/adit/rahmad/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun