MADIUN – Posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun masih diisi Pelaksana Harian (Plh) sejak pertengahan Februari lalu. Kekosongan kursi sekda definitif ini wajib segera terisi. Pemkot setempat berencana menggelar seleksi terbuka untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama Sekda tersebut.

Ubo rampe seleksi terbuka mulai dipersiapkan. Teranyar pembentukan tim panitia seleksi (pansel), Selasa (15/5/2018). Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto menyebut seleksi terbuka untuk menciptakan good governance. Artinya, pejabat yang mengisi benar-benar memiliki kemampuan dan kapabilitas. Sebab, calon wajib melewati serangkaian seleksi dari pansel.

‘’Birokrasi akan berjalan optimal kalau pejabatnya menempati posisi yang sesuai dengan kemampuan,’’ kata walikota sembari menyebut the right man in the right place.

Apalagi, jabatan yang bakal diisi merupakan kursi sekda yang memiliki fungsi penting dan vital. Menjadi panglima Aparatur Sipil Negara (ASN) di suatu pemerintah daerah. Memiliki kewenangan strategis. Selain itu juga memiliki fungsi koordinasi, fasilitator, inovator, dan inspirator penyelenggaraan pemerintahan.

‘’Sekda merupakan jabatan tertinggi ASN di suatu daerah. Memiliki peran penting dan vital. Makanya harus diisi pejabat yang benar-benar mumpuni,’’ imbuh walikota saat memberikan arahan kepada tim seleksi tersebut.

Selain itu, seleksi terbuka juga merupakan wujud keadilan. Pejabat yang memenuhi persyaratan dalam turut ambil bagian. Artinya, mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sekda. Penentuan melalui seleksi yang diikuti. Walikota berharap tim seleksi betul-betul bekerja professional dan independen.

‘’Tim Pansel harus netral. Artinya, tidak berpihak pada siapapun. Kalau bagus ya harus dikatakan bagus dan sebaliknya,’’ tegasnya sembari menyebut juga wajib sesuai aturan yang berlaku.

Walikota berpesan kepada sekda yang terpilih nanti untuk fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Kota Madiun. Terutama SDM generasi penerus. Paling tidak generasi penerus ini memiliki SDM yang lebih dari daerah lain.

‘’Dengan SDM yang bagus, harapannya mampu mengelola SDA (sumber daya alam) daerah lain,’’ harapnya.

Tim seleksi sebagian besar merupakan akademisi UNS. Tim di ketua Tauchid Djatmiko yang juga menjabat Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya. Sugeng meminta pelantikan Jabatan Tinggi Pratama Sekda dapat secepatnya setelah proses seleksi usai.

Kepala Kantor Regional II BKN Surabaya Tauchid Djatmiko mengapresiasi langkah Pemkot Madiun yang getol melakukan pembenahan birokrasinya. Pemkot Madiun, lanjutnya, berkomitmen dan konsistensi mewujudkan profesionalisme ASN. 
Terkait seleksi terbuka, tim bakal menitikberatkan aspek administratif dan dokumentatif. Artinya, dokumen yang dipersyaratkan wajib benar-benar ada dan orisinil. Selain itu, juga terbuktikan. Seperti ijazah asli untuk membuktikan pendidikan yang ditempuh. Pihaknya tidak ingin proses seleksi menjadi batu sandungan nanti setelah pelantikan.

‘’Proses seleksi selalu menjadi sorotan. Karena menjadi salah satu penilaian keberhasilan suatu daerah dalam menata SDM aparaturnya,’’ tandasnya. (devit,adit,rahmad/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun