MADIUN – Gelaran Open House Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi berlangsung seru. Berbagai kegiatan mengemuka. Mulai pameran alutsista hingga atraksi pesawat tempur. Tak heran, ribuan masyarakat memadati Lanud saat acara puncak serangkaian peringatan Hari Jadi ke-72 TNI Angkatan Udara (AU) itu.

Kegiatan apik ini mendapat apresiasi Wakil Walikota Madiun Armaya. Wawali yang datang bersama undangan forpimda daerah lain berharap kegiatan berkelanjutan. Sebab, terbukti minat masyarakat cukup besar.

“Kegiatan semacam ini tentunya hal yang langka bagi masyarakat. Tak heran, kalau animo masyarakat cukup besar,” kata Armaya disela acara, Minggu (15/4/2018).

kegiatan, kata dia, perlu ditingkatkan. Jika perlu beberapa kali dalam setahun. Tidak hanya pada saat hari jadi. Namun, juga event-event besar TNI AU yg lain. Yayak – sapaannya- menyebut kegiatan pastinya bakal menarik masyarakat. Sebab, merupakan moment langka. Masyarakat tidak dapat sembarangan keluar masuk pangkalan militer. Terdapat aturan tersendiri. Sebab, berkaitan dengan keamanan suatu wilayah hingga negara. Gelaran acara di pangkalan militer pastinya selalu menarik bagi masyarakat.

“Kalau tidak saat event seperti ini, kapan lagi bisa masuk dan melihat pangkalan militer. Kegiatan ini sudah tepat,” ujarnya.

Apalagi, berbagai kegiatan menarik disuguhkan sedari pagi. Mulai fun run, fun bike, bazar, pameran alat tempur, hingga pertunjukkan atraksi kemampuan militer anggota Lanud. Mulai atraksi pesawat tempur, simulasi penyelamatan di medan sulit dengan menggunakan helikopter. Masyarakat juga dihibur dengan musik.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal TNI Syamsul Rizal menyebut kegiatan sengaja melibatkan masyarakat. Pihaknya berharap masyarakat lebih mengenal TNI, khususnya angkatan udara. Pihaknya, sengaja membuka Lanud dan mengenalkan beragam senjata tempur dan kemampuan personilnya. Kegiatan juga sebagai hiburan masyarakat.

“Memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui langsung Lanud beserta isinya. Ini diharap dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kedirgantaraan dan NKRI tentunya,” ujarnya. (ws hendro, agi/diskominfo)