MADIUN – Alih tugas dan jabatan merupakan dinamika suatu organisasi yang wajar dilakukan. Tujuannya, bukan hanya penyegaran iklim organisasi. Namun, juga untuk memaksimalkan produktifitas pejabat yang bersangkutan.

Seperti Mochamad Djoenaidi, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Madiun yang kini mendapat mandat baru sebagai Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pelepasan mantan PN Kota Madiun tersebut berlangsung khidmat nan haru di ruang Bima Hotel Aston, Madiun (12/4/2018).

Wakil Ketua PN Madiun Sutopo Mulyono mengatakan pelepasan sebagai ungkapan terima kasih atas kepemimpinan Mochamad Djoenaidi selama ini. ‘’Selamat bertugas di tempat yang baru, dan terima kasih atas arahan, bimbingan selasa masa-masa kepemimpinan bapak,’’ ungkapnya.

Sutopo menyebut dibawah kepemimpinan Mochamad Djoenaidi, PN berhsail mendapat Juara I sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) tingkat Nasional. Ini, lanjutnya, merupakan bukti nyata kepemimpinan mantan ketua PN Madiun tersebut.

SIPP merupakan aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara terkait proses pendaftaran perkara, biaya perkara, informasi susunan majelis hakim, jadwal persidangan, hingga tanggal putusan. Aplikasi ini dapat diakses masyarakat dengan mudah. Ini merupakan salah satu terobosan keterbukaan informasi lembaga pengadilan.

Mochamad Djoenaedi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kerja sama selama ini. Sebab, tanpa adanya dukungan dan kerja sama, mustahil capaian tersebut dapat diraih.

‘’Saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa di Madiun. Semua berkat semangat teman-teman di Pengadilan Negeri Madiun,’’ imbuh Djoenaedi yang menjabat sejak 26 Nopember 2017 lalu itu.

Sementara itu, Wakil Walikota Madiun Armaya menyebut mutasi atau promosi jabatan merupakan proses yang umum diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan efektifitas kinerja. Ini diharapkan bakal bermuara pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

‘’Mudah mudahan amanah baru yang diberikan kepada pak Djoenaedi dapat dilaksanakan dengan baik dan selalu sukses serta dapat menjadi contoh yang baik,’’ paparnya dilanjut pemberian cinderamata. 
(tia-rahmad-rama/diskominfo)