MADIUN – Rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif DPRD Kota Madiun wajib maksimal. Tak heran, pembahasan perlu melibatkan berbagai pihak. Termasuk peran pemerintah daerah. DPRD setempat sengaja menggandeng Pemkot Madiun dalam pembasahan tiga raperda tersebut. Tujuannya sama, agar melahirkan raperda yang optimal demi kesejahteraan masyarakat. ‘’Prinsipnya pemkot siap memberikan kontribusi yang diminta secara maksimal,’’ kata Plh Sekda Kota Madiun Rusdiyanto saat rapat pembahasan raperda di gedung DPRD Kota Madiun, Senin (12/3/2018).

Pembahasan raperda penting dilakukan secara optimal. Apalagi, raperda bakal bersentuhan langsung dengan masyarakat. Yakni, raperda penyelenggaraan warung internet, penataan usaha pariwisata bidang kegiatan hiburan dan rekreasi, dan yang ketiga penataan usaha pariwisata bidang kegiatan makanan dan minuman.
Pemkot bukan kali ini saja dilibatkan dalam pembahasan. Namun, sudah sejak penyusunan draft, uji publik, dan beberapa tahapan sudah dilaksanakan dari beberapa bulan yang lalu. Kontribusi pastinya bukan sekedar saran dan masukan. Namun, Pemkot juga mengawal pembahasan raperda agar tidak merugikan masyarakat luas.

‘’Pastinya aturan dibuat demi kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan kami juga untuk memastikan itu,’’ tegasnya.
Tak heran, Rusdi meminta tim Pemkot yang dilibatkan dalam pembahasan untuk serius dan jeli. Apalagi, Pemkot juga yang nantinya menjadi eksekutor perda.
‘’Segala kemungkinan (masalah) yang mungkin muncul wajib dibahas tuntas. Harapannya, raperda langsung bisa diterapkan begitu klir,’’ harapnya.

Hal senada diungkapkan Ketua DPRD Kota Madiun Istono. Dia berharap Pemkot memberikan segala masukan dan saran yang kritis dalam pembahasan. Ini penting agar perda tanpa cela. Tidak dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab.
‘’Kami siap menerima kritik dan saran. Apalagi ini kan demi satu tujuan yang sama. Yakni, demi kepentingan masyarakat luas dan kesejahteraan masyarakat,’’ ujarnya sembari menyebut total terdapat tujuh raperda inisiatif DPRD tahun ini.

Pihaknya sengaja membagi pembahasan raperda dalam beberapa tim. Seperti pembahasan tiga raperda hari ini yang dinahkodai pansus I. Tujuaanya, agar pembahasan maksimal.
‘’Dengan keterlibatan banyak pihak ini, harapan kami raperda cepat selesai namun dengan hasil yang optimal,’’ pungkasnya. (adit,luki/diskominfo)
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun