MADIUN – Keprotokolan menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap kegiatan pejabat pemerintahan. Terdapat aturan tersendiri. Mulai dari tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan terhadap pejabat. Pun, tidak sembarangan. Wajib menyesuaikan dengan jabatan atau kedudukan pejabat yang bersangkutan.

‘’Tidak semua dapat berbicara di depan orang banyak tanpa membawa suatu konsep. Oleh karena itu apa, mengapa dan bagaimana keprotokolan itu penting dipahami,’’ Kata Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto saat Bintek Keprotokoleran di Sun Hotel, Jumat (9/3/2018).

Protokol, kata beliau, mengambil peranan penting agar suatu acara dapat berjalan lancar sesuai harapan. Namun, belum semua stake holder pemerintah memhami kaidah keprotokolan tersebut. Apalagi, tata cara keprotokolan juga terus berkembang seiring waktu berjalan. Tak heran, pemahaman dan pelatihan penting terus dilakukan.

‘’Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi Pemkot, tapi juga untuk instansi vertikal dalam menyongsong perubahan-perubahan yang ada khususnya di bidang keprotokolan,’’ ujarnya.

Materi keprotokolan, katanya, bukan hal yang baru. Namun, perkembangannya patut untuk terus diketahui. Apalagi, bagi stake holder lain diluar keprotokolan. Tentunya, menjadi hal baru. Pemkot pastinya ingin selalu memberikan pemahaman keprotokolan dan pelatihan MC kepada OPD maupun stakeholder terkait.

‘’Ilmu keprotokolan ini pastinya bermanfaat bukan untuk bagian protokol saja. Namun, juga instansi lain. Terutama saat instansi terkait sedang melaksanakan kegiatan yang mengundang pejabat,’’ harapnya sembari berharap adanya kesesuaian jalannya protokoler antara Provinsi Jawa Timur dan Kota Madiun dengan mendatangkan narasumber dari provinsi.

Ketua DPRD Kota Madiun Istono yang juga sebagai narasumber mengatakan keprotokolan dipandang perlu bukan dalam artian pejabat minta diistimewakan. Namun, memang tertulis dalam aturan. Melaksanakan keprotokolan merupakan bagian menjalankan aturan.

‘’Karena fasilitas ini melekat dengan jabatan berdasarkan kedudukan yang diemban dan sesuai dengan aturan,’’ tuturnya.

Materi Bintek Keprotokolan yang mendatangkan Master of Ceremonial (MC) profesional Emil Faizza dan Grace Mamahit ini tak tanggung-tanggung. Salah satunya kemampuan berbicara di depan publik yang menjadi aspek penting dalam protokoler.

Kedua narasumber tersebut bakal membantu peserta lebih mendalami keprotokolan. Selain itu, melatih cara berbicara “how to speak” dengan memahami gaya berkomunikasi yang disesuaikan dengan acara sehingga lebih efektif dan efisien.

‘’Banyak bicara belum jaminan seseorang dapat menjadi public speaker yang handal. Namun, butuh kemampuan public speaking yang lebih dari sekedar banyak bicara,’’ kata Grace Mamahit.
Dia menambahkan, profesi apapun jika seseorang memiliki kemampuan public speaking yang baik maka akan meningkatkan separo dari valuenya (nilai dirinya). Namun, pastinya tetap butuh berlatih dan mempelajari kemampuan berbicara di depan publik agar pesan yang kita sampaikan bisa efisien sesuai dengan tujuan.

‘’Public speaking tidak hanya pandai berbicara di depan banyak orang. Namun, jangan lupa pesan yang terkandung tersampaikan,’’ pungkas Grace yang pernah menjadi Duta Wisata Indonesia 2009 itu. (lelly,lucky,mamad/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun