MADIUN – Peringatan hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) di Kota Madiun terasa spesial tahun ini. Sebab, tepat bersamaan peringatan hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap 8 Maret. Tema kesehatan ginjal dan perempuan dipilih untuk memperingati keduanya.

‘’Perempuan harus sehat. Karena dari rahimnya lahir generasi baru. Kalau perempuan tidak sehat bagaimana dapat melahirkan generasi yang juga sehat dan cerdas,’’ kata Walikota Sugeng Rismiyanto saat pembukaan talkshow memperingati hari ginjal dan perempuan di aula RSUD Kota Madiun, Kamis (8/2/2018).

Kesehatan perempuan, kata dia, penting dijaga. Apalagi, perempuan rentan terkena resiko penyakit. Utamanya penyakit ginjal. Walikota langsung merujuk data United States Renal Data System 2016 terkait tingkat resiko Penyakit Ginjal Kronik (PKG) untuk perempuan.

Kasus PKG untuk perempuan terbukti lebih besar dari pada laki-laki. Padahal, perempuan terbukti lebih jago menjaga kesehatan dibanding laki-laki. Prosentasenya mencapai 14 persen untuk perempuan. Sedang, 12 persen untuk laki-laki.

‘’Namun, ketika sama-sama sakit, laki-laki lebih cepat melakukan tindakan, seperti cuci darah atau upaya lainnya,’’ ujarnya.

Ginjal, lanjutnya, merupakan salah satu organ vital dalam tubuh. Terletak dibawah organ hati dan limpa. Ginjal berfungsi menyaring dan membersihkan darah. Tak heran, masalah pada ginjal akan berpengaruh pada fungsi organ tubuh lain.

Kondisi bakal semakin runyam saat penderita enggan berobat. Menjadi kronis dan sulit disembuhkan hingga dapat berujung kematian.

‘’Masyarakat wajib tahu tentang kesehatan apapun jenisnya dan bagaimana cara mencegahnya. Ini penting karena mencegah lebih baik dari pada mengobati,’’ tegasnya.

Walikota mengajak masyarakat untuk aktif bertanya. Sebaliknya, dia meminta instansi kesehatan memberikan informasi secara gamblng saat diminta. Bukan hanya soal ginjal dan kesehatan perempuan. Namun, tentang segala informasi kesehatan.

Masyarakat juga diminta rutin memeriksakan diri sedini mungkin. Bukan hanya saat timbul gejala. Namun, juga saat dalam kondisi sehat. Ini penting lantaran kondisi kesehatan tidak dapat ditebak. Bahkan, orang yang terlihat sehat bisa saja sebenarnya sakit.

‘’Pemeriksaan menjadi salah satu tindakan prefentif untuk mengatisipasi berkembangya penyakit. Cek rutin kesehatan bapak-ibu,’’ ujarnya.

Walikota berharap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus berinovasi dalam program antisipasi penyakit masyarakat Kota Madiun. Pola hidup sehat wajib terus disosialisasikan. Ajakan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hiudp sehat dengan melakukan aktivitas fisik teratur dan mengonsumsi makanan sehat wajib terus digencarkan.
(nurdiono,adit /diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun