MADIUN – Pilkada yang bersih dan jujur wajib tanpa kendala. Utamanya, terkait politik uang, politisasi sara dan kampanye hitam. Kendala mengenai sejumlah masalah tersebut wajib ditekan. Butuh komitmen bersama untuk mewujudkan hal tersebut. Tak terkecuali pemerintah.
 
‘’Prinsipnya pemerintah mendukung penuh apa yang sudah menjadi komitmen banwaslu dan panwaslu. Mendukung tolak politik uang dan politisasi sara dalam pilkada,’’ kata Walikota Sugeng Rismiyanto saat deklarasi tolak politik uang dan politisasi sara dalam Pilkada di kantor Panwaslu, Rabu (14/2).
 
Kota Madiun, kata beliau, bakal menghadapi dua pilkada tahun ini. Yakni, pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim serta pemilihan walikota dan wakil walikota. Kedua pesta demokrasi itu wajib bersih dari money politic dan politisasi sara. Selain mencoreng gelaran pilkada, praktik keduanya dapat berujung perkara. 
 
‘’Pilkada tanpa politik uang dan politisasi sara dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas, berintegritas, dan bermartabat. Mari sama-sama berkomitmen mendukung deklarasi ini,’’ ungkap beliau.
 
Ini, lanjutnya, demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. Selain itu, beliau berharap jalannya pilkada dapat semakin aman dan kondusif dengan tidak adanya gangguan politik uang dan politisasi sara. Sebaliknya, kedua tindakan dapat memicu konflik. Beliau tunjuk bukti perhelatan pilkada disejumlah daerah sebelumnya. Kerap berujung sengketa hingga berdampak pada masyarakat. Baik langsung maupun tidak langsung.
 
‘’Pilkada hanya untuk memilih pemimpin lima tahun ke depan. Jangan sampai diwarnai kejadian yang tidak bertanggung jawab hingga merugikan masyarakat,’’ tegasnya.
 
Walikota menegaskan pilkada wajib memberikan manfaat bagi masyarakat. Menghasilkan pemimpin yang berkualitas demi kemajuan suatu daerah. Beliau mengajak seluruh masyarakat untuk turut berkomitmen mendukung deklarasi yang dicetuskan panwaslu tersebut. Tujuannya sama, agar tercipta pilkada yang berkualitas, aman, tertib, dan adil.
 
‘’Ini penting. Mari kita sama-sama menjaga pilkada dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,’’ pungkasnya. (dhevit, agi/diskominfo)
 
 
#100thMadiun
#KotaKarismatikMadiun