MADIUN – Walikota Madiun meminta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Madiun segera melaksanakan berbagai kegiatan yang telah dirancang. Hal ini karena Dekranasda merupakan organisasi non profit yang terdiri dari kumpulan masyarakat pecinta seni dan kerajinan Kota Madiun dan memiliki jiwa pengabdian untuk mengembangkan kerajinan dan melestarikan kebudayaan khususnya Kota Madiun.

Untuk mendukungnya, diperlukan kegiatan-kegiatan yang mampu menunjang pengembangan kerajinan dan kebudayaan Kota Madiun. Sejalan dengan itu Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto mengatakan kegiatan Dekranasda Kota Madiun ini sudah direncanakan dan dimasukkan dalam APBD 2018 sehingga Dekranasda Kota Madiun tinggal mengeksekusi dan melaksanakan program-program yang sudah tertuang dalam APBD 2018.

“Kita tidak sedang mengevaluasi namun melaksanakan apa yang sudah diplanningkan (direncanakan) dan dibudgettingkan (dianggarkan), dan saya mohon ini dikerjakan yang secepat-cepatnya,” pesan Walikota saat Rapat Pembahasan Susunan Kepengurusan Dekranasda Kota Madiun Sisa Masa Bakti 2014-2019, di Panti PKK, Kota Madiun, Senin (22/1/2019). Lebih lanjut, Walikota mengharapkan, segala kegiatan Dekranasda baik itu pameran dan sebagainya agar dapat selesai di bulan November (2018) ini, karena masih akan ada pertanggungjawaban.

“Saya berharap Maret 2019 sudah bisa saya pertanggungjawabkan, baik yang lima tahunan maupun kegiatan tahun 2018, kalau memang masih ada yang bisa dilaksanakan tetap November ini bisa dipertanggungjawabkan, artinya ketika ada progam yang baru, kemudian di PAK-an kalau bisa PAKnya bulan Agustus sehingga November sudah selesai,” ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, Dekranasda Kota Madiun masih harus mengevaluasi kegiatan-kegiatan di tahun 2017. Sebagai contoh kegiatan pameran dekranasda yang ada di Jakarta, kalau terpaksa tidak bisa diikuti maka bisa digeser ke yang lain. “Tapi diusahakan bulan Desember hanya tersisa 5% paling tidak, hal ini dikarenakan jika difokuskan akhir tahun maka akan berat untuk mempertanggungjawabkannya,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Umum Dekranasda Kota Madiun, Hj. Ismah Sugeng Rismiyanto saat membuka rapat menyatakan, menyampaikan dalam sebuah organisasi diperlukan kepengurusan dimana pengurus Dekranasda Kota Madiun disahkan oleh Ketua Umum Dekranasda Provinsi Jawa Timur, dalam hal ini istri Gubernur Jawa Timur, Ibu Nina Soekarwo.

“Kegiatan ini sebagai upaya mensinergikan apa yang tertuang pada AD ART Dekranasda, karena hingga saat ini belum ada kepengurusan dan masih berbentuk draft,” jelas Istri orang nomer satu Kota Madiun.

Untuk diketahui tahun 2018, Dekranasda Kota Madiun mempunyai anggaran Rp129.571.000 dimana program yang telah direncanakan dalam APBD 2018 ini antara lain mengikuti pameran Dekranasda baik tingkat nasional dan provinsi, serta mengikuti Rakernas yang rencananya akan diselenggarakan di Jakarta.

Usulan pembentukan pengurus Dekranasda Kota Madiun merupakan hasil koordinasi dengan Dekranasda Provinsi Jawa Timur setelah Ketua Umum Dekranasda Kota Madiun, Hj. Ismah Sugeng Rismiyanto sisa masa bakti 2014-2019 resmi dilantik 21 Agustus 2017 lalu. 
(kmf)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun