MADIUN – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Madiun dan pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim di kota pecel bakal aman. Setidaknya itu terlihat dari kesigapan petugas keamanan dalam menangani setiap potensi kerawanan yang muncul. Seperti saat simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) yang dilaksanakan unsur Polisi, TNI, dan Linmas di Jalan Pahlawan, Kamis (11/1).

Petugas gabungan tampak sigap mengatasi segala bentuk kerawanan yang muncul. Mulai pengamanan masa kampanye, demontrasi, pengamanan saat pencoblosan, pengamanan kotak suara, hingga pengamanan saat terjadi chaos (kekacauan). Kolabrorasi pengamanan ketiga petugas kamtibmas tersebut tampak apik. Tak heran, Wakil Walikota Madiun Armaya mengapresiasi kinerja ketiga unsur penjaga keamanan itu.

‘’Ini wujud keseriusan Polisi, TNI, dan Linmas dalam menjaga dan menciptakan keamanan dan ketertiban di Kota Madiun,’’ kata wawali disela simulasi.

Wawali mengacungi jempol kepada petugas dan masyarakat yang terlibat. Petugas tampil total nan maksimal. Tak heran, giat simulasi seperti sungguhan. Utamanya, saat simulasi penanganan konflik yang dimulai saat penculikan salah seorang paslon. Kejar-kejaran dengan petugas tak terelakkan. Petugas berhasil menyusul dan menghentikan laju mobil pelaku dengan melakukan manuver berbelok. Bak aksi dalam film action. Wajah ketegangan terlihat pada masyarakat yang melihat.

‘’Harapannya tentu tidak ada konflik sekecil apapun disetiap tahapan pilkada. Tetapi bukan berarti tidak ada kewaspadaan. Melihat kemampuan petugas keamanan seperti ini, saya yakin konflik bisa diredam,’’ ungkapnya.

Petugas juga memperagakan penanganan melumpuhkan pelaku dengan tangan kosong. Perkelahian jarak dekat terjadi. Bahkan, penanganan berlanjut dengan melibatkan massa dalam jumlah besar. Tak heran, petugas yang diturunkan juga lebih banyak. Petugas juga menggunakan mobil water cannon untuk menghalau massa yang semakin anarkis. Wawali berharap petugas dapat mengambil pelajaran dari giat simulasi.

‘’Kejadian bisa muncul secara tiba-tiba. Dengan simulasi ini semoga petugas semakin siap dalam mengatasi dan mengambil tindakan,’’ pungkas beliau. (agi/diskominfo)