MADIUN – Upaya pemerintah Kota Madiun untuk membina industri dengan baik berbuah manis. Jumat (12/1/2018), Pemerintah Kota Madiun mendapatkan Penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri kepada Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto di Gedung Negara Grahadi Surabaya, tempat pelaksanaan Upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2018.

Kota Madiun menerima Penghargaan Pembina K3 bersama 10 kabupaten/kota lain di Jawa Timur yang merupakan daerah-daerah industri besar atua memiliki industri besar. Daerah tersebut di antaranya adalah Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Pasuruan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun Suyoto Hardjo Wiyono mengatakan, penghargaan ini bisa diraih karena Pemkot Madiun telah melaksanakan sejumlah kegiatan terkait pelaksanaan K3 di perusahaan-perusahaan di Kota Madiun.

“Kami memang secara intensif telah melaksanakaan berbagia kegiatan terkait K3 ini. Seperti Bimtek (Bimbingan Teknis) K3, Sosialisasi Norma Kerja, Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS di perusahaan-perusahaan di wilayah kerja kita. Kita cukup intensif untuk hal itu (pelaksanaan K3),” ungkap Suyoto.

Suyoto menambahkan, kesungguhan ini juga bisa dilihat dari penyelenggaraan Diklat Ahli K3 yang didanai APBD pada tahun 2016 lalu. Namun sayangnya hal ini tidak bisa lagi dilaksanakan pada 2017 dan 2018 ini sebab kewenangan untuk pelaksanaan diklat ini telah diambil alih oleh pemerintah tingkat provinsi.

Sementara itu Menaker Hanif Dhakiri yang menjadi inspektur upacara meminta seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk terus memberikan perhatian pada pelaksanaan K3 di industri yang dibinanya. Kebakaran dan ledakan pabrik petasan di Kosambi, Tangerang, Banten; ambruknya kostruksi tol di Pasuruan, Jawa Timur; dan kebakaran hebat di sejumlah pabrik di Indonesia adalah peristiwa kecelakaan kerja yang harus menjadi perhatian seluruh pihak.

“Pemilik perusahaan, pekerja dan pemerintah daerah harus memberikan perhatian agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali di masa mendatang. K3 harus menjadi budaya bagi kita semua. Ini agar kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bisa terus ditekan,” ungkap Menaker Hanif Dhakiri.

Selain kepada 10 kepala daerah, Menaker Hanif Dhakiri juga menyerahkan Penghargaan Zero Accident dan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) kepada 389 perusahaan dari dari seluruh Indonesia.
(wshendro,rahmads,dey/diskominfo)