MADIUN – Pemerintah Kota Madiun akan segera melakukan integrasi untuk tiga aplikasi di bidang pemerintahan, yaitu e-budgetitng, e-planning dan e-kontrak. Hal in untuk membentuk e-government yang handal menuju Smart City. Sebuah kota dengan konsep terintegrasi di segala sisi yang akan menghasilkan kawasan yang serba nyaman bagi penduduknya.

Head of Researcher E-Government and IT Research Center ITS Tony D Susanto mengatakan, saat ini Pemkot Madiun telah memiliki sistem dasar Smart City yang cukup. Sistem tersebut adalah adanya “Yang saya lihat pertama adalah adanya goodwill (itikad baik) dari pemerintahnya untuk mengawalinya dengan membentuk e-goverment. Ada upaya untuk mengintegrasikan data dari ‘darah’ menuju e-government sebagai salah satu komponen Smart City”, ungkap Tony Susanto usai Sosialisasi Integrasi Sistem Informasi e-budgetting, e-planning dan e-kontrak di Ruang 13 Balaikota Madiun, Rabu (10/1/2018).

Menurutnya, dengan adanya itikad baik, sistem yang ada tinggal mengembangkan dan terus mengawalnya. Sistem-sistem yang lain akan sehat bila itikad baik ini muncul dan terjaga sehingga akan lebih mudah untuk mewujudkan e-governmet yang baik. Setelah itu, seluruh elemen yang ada bisa terlibat untuk mewujudkan unsur-unsur lain dalam konsep Smart City. Unsur tersebut adalah good people (manusia), good governance (pemerintahan), good economy (ekonomi), good living (kehidupan), good mobility (mobilitas), dan good environment (lingkungan).

“Kalau sistem disiapkan, maka sekitar 2019 bisa mulai running untuk membentuk Kota Madiun sebagai Smart City. Apalagi walikotanya begitu mendukung, bahkan acara hari ini mengikuti dari awal sampai akhir,” ungkapnya.

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto sendiri berharap para ASN di lingkungan Pemkot Madiun bisa mendukung dan melaksanakan integrasi ini dengan baik. Ketiga hal, e-budgetitng, e-planning dan e-kontrak telah menjadi rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bisa dilaksanakan dengan baik. “Mari diselenggarakan dengan baik. Jangan melihat kapan atau bagaimana, yang jelas ketika semua dilaksanakan secara sungguh-sungguh, hati akan tenang,” ungkapnya.

Menurut Walikota, tidak perlu berharap pujian atau penghargaan untuk menerapkan sistem yang lebih baik. Sebab sistem yang lebih bersih akan membawa manfaat bagi warga kota Madiun. (dey/diskominfo)