MADIUN – Satuan Pengamanan (Satpam) turut berperan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di lingkungan kerja. Bahkan, besarnya peran polisi sipil ini diakui kepolisian hingga dibentuklah Satpam 37 tahun silam.  Pembentukan langsung oleh Kapolri kala itu. Yakni, Jenderal Polisi Awaluddin Djamin. Keberadaan Satpam terus berkembang dengan berbagai fungsi menjaga keamanan hingga kini.
Inilah sedikit cerita terbentuknya Satpam seperti yang disampaikan Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto saat menjadi inspektur upacara (Irup) peringatan HUT 37 Satpam di halaman Mapolresta Madiun, Rabu (10/1/2018).Kepolisian, kata Walikota, menyadari penjagaan keamanan tidak bisa semata dilakukan polisi. Butuh peran masyarakat. Tak heran, penting dibentuknya satuan pengamanan (Satpam). Benar saja, Satpam mengambil peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di sejumlah sentra penting. Mulai kantor, instansi pendidikan, kesehatan, hingga perumahan dan permukiman masyarakat. Satpam diharap semakin meningkatkan kemampuan dan kompetensi masing-masing. Apalagi, tantangan kamtib semakin kompleks. Bukan hanya keamanan yang melibatkan kekuatan fisik. Namun, juga kemampuan logikal seiring berkembangnya teknologi.  “Keamanan berkembang secara dinamis. Satpam harus mampu menyesuaikan diri secara cepat dan tepat, “ tegas beliau.
Satpam, lanjut beliau, wajib mampu mendeteksi gangguan, melakukan pencegahan, cepat melaporkan dan melakuan tindakan pertama di lokasi kejadian. Ini penting lantaran Satpam berada di garda terdepan. Bersentuhan langsung dengan sumber masalah. Satpam harus sigap dalam melakukan tindakan awal.

Walikota berharap momentum peringatan hari jadi ini juga sebagai wahana evaluasi dan refleksi diri untuk semakin meningkatkan kemampuan dan kinerja dalam menjaga keamanan ke depan.  “Ini sesuai dengan tema HUT, melalui peningkatan kompetensi kita wujudkan profesionalisme Satpam dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja, “ ungkap beliau yang berkesempatan menyampaikan amanat Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian itu.

Walikota berharap anggota Satpam semakin bersemangat dalam melaksanakan tugasnya. Sebab, Satpam mengemban tugas mulia. Pekerjaan wajib menjadi bagian dari ibadah. Menjadi kebanggaan dan harus dilaksanan secara cermat dan tanggung jawab. Satpam juga wajib terus meningkatkan kemampuan serta sinergitas dengan stakeholder lain. Ini penting dalam mewujudkan kamtibmas.
Walikota juga mengapresiasi instansi terkait yang turut mendukung keberadaan Satpam. Mulai memberikan pendidikan dan pelatihan demi peningkatan kemampuan. Walikota berharap sinergitas semakin ditingkatkan ke depan. Satpam, kata beliau, wajib mendapat perhatian. Bukan hanya soal pendidikan namun, juga kesehatan.  “Satpam pekerjaan mulia. Tak perlu minder. Sebaliknya, harus berbangga karena memiliki peran penting dalam turut menjaga keamanan dan ketertiban, “ pungkasnya sembari menyebut hari jadi Satpam diperingati setiap 30 Desember. (agi/diskominfo)