MADIUN – Kinerja aparatur sipil negara (ASN) sebagai pelayanan masyarakat wajib terukur. Hasil kerja juga harus dapat dibuktikan dengan raihan penghargaan. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instasi pendidikan serta kesehatan Pemkot Madiun membuktikan kinerja masing-masing dengan mendapat sejumlah penghargaan dibidang pelayanan publik. Harapannya sama, memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

‘’Pemerintah merupakan pelayanan masyarakat. Pelayanan ini yang harus terus ditingkatkan,’’ kata walikota Sugeng Rismitanto saat apel kerja, Senin (8/1).

Dua instansi pendidikan di kota pecel berhasil meraih pemenang kompetisi inovasi pelayanan publik. Yakni, SDN 2 Mojorejo sebagai pemenang pertama tingkat Kota Madiun sekaligus terbaik pertama tingkat provinsi. Sedang, SDN 5 Madiun Lor menjadi pemenang kedua kompetisi serupa serta terbaik ketujuh tingkat provinsi. RSUD Kota Madiun turut menorehkan prestasi dengan meraih terbaik keempat Kelompok Budaya Kinerja (KBR) se-Jatim. Tiga instasi lain juga mengukir prestasi dalam bidang unit pelayanan publik terbaik lingkup Pemkot Madiun. Yakni, Dinas Kesehatan dan KB sebagai terbaik pertama, Dinas Kominfo sebagai terbaik kedua, dan Disbudparpora terbaik ketiga.

‘’Ini wajib terus dikembangkan dan ditingkatkan. Dinas dan unit pelayanan publik tentu menjadi garda didepan untuk mencapai ini semua,’’ ungkap beliau sembari menyebut capaian merupakan tolak ukur tingkat pelayanan.

Penghargaan, lanjutnya, merupakan wujud keinginan bersama untuk senantiasa berbuat kreatif dan inovatif. Artinya, OPD tidak pasif. Tidak hanya melaksanakan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Namun, harus terus menciptakan inovasi baru khususnya dibidang pelayanan. Masyarakat sebagai objek yang dilayani harus semakin merasakan manfaatnya. Mulai merasakan berbagai kemudahan, kecepatan pelayanan, hingga ketepatan. Kesalahan harus terus semakin diminimalkan.

‘’Apalagi dengan sistem remunerasi seperti sekarang ini. Semuanya berbasis kenerja. Harusnya lebih baik dan baik lagi,’’ tegas beliau.

Walikota menegaskan tidak akan tinggal diam. Pengawasan bakal terus dilakukan. Beliau bakal memantau langsung sampai tingkat bawah. Pun, sudah mulai dilakukan. Sejumlah OPD dikunjungi. Bukan sekedar meninjau. Namun, memeriksa langsung. Mulai kinerja hingga kebersihan. Loker dan laci diperiksa. Walikota tak membantah banyak berkas yang semerawut. Beliau mengisntruksikan agar segera dirapikan. Sebab, administrasi penting bagi pemerintahan. Sejumlah berkas tersebut merupakan bagian dari bukti administrasi.

‘’Kedisiplinan bukan hanya soal tepat datang. Bagaimana cara menjaga kebersihan merupakan salah satu bentuk kedisiplinan. Paling tidak disiplin dalam menjaga kesehatan,’’ pungkas beliau. (agi/diskominfo)