Madiun – Musibah yang terjadi di Kabupaten Pacitan menjadikan kita mawas diri terhadap lingkungan sekitar. Ini diungkapkan Sugeng Rismiyanto dalam kunjungannya ke Kelurahan Kejuron, Senin (4/12/2017). Sugeng mengingatkan masyarakat Kota Madiun untuk suka rela mengecek saluran air dilingkungannya masing-masing. “Pada musim hujan ini, cepat turun mana kira-kira yang aliran yang mampet menyebabkan genangan,” tegasnya. Selain itu untuk menanggulangi permasalahan banjir, harus dimulai dari sekarang. Salah satunya dengan mengajukan usulan melalui musrenbang tingkat RT sampai disetujui oleh DPRD Kota Madiun. “Ketua RT, RW, LPMK dan Lurah, mulai sekarang survei daerah mana yang masih banjir, tahun 2018 usulkan melalui musrenbangkel untuk pembenahan, ” pinta Walikota.

Tak lupa Sugeng mengajak masyarakat terlibat dalam pembangunan. Dengan mengusulkan apa yang perlu dibenahi baik masyarakatnya maupun lingkungannya. “Usulkan (melalui musrenbangkel) pembangunan-pembanguan sesuai program prioritas dari Pemkot Madiun,” ungkapnya. Dari data yang diberikan dari Lurah Kejuron, Yanu Budhilarto pembangunan fisik tahun 2017 di Kelurahan Kejuron antara lain Peningkatan Jalan Abdul Rahman Saleh (trotoar), pengaspalan jalan Abdurahman Saleh, jalan Husen Pelita, jalan Mundu; jamban komunal di Jln. Tanjung, Jln. Punthuk, Gulun, Jln. Panglima Sudirman, RT 4, 21, 34, 48, 49; Pavingisasi RT 26, 31, 49 dengan anggaran 49juta rupiah.

Untuk diketahui program – program prioritas pembangunan berdasarkan RPJMD 2014 – 2019 diantaranya Peningkatan Kapasitas Pendidkan, Peningkatan Kapasitas Kesehatan, Peningkatan Daya Saing Ekonomi Daerah, Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Pelayanan Publik, Peningkatan Infrastruktur, Sanitasi dan Lingkungan Hidup. (Kmf)