SURABAYA – Kota Madiun kembali menorehkan prestasi atas kinerja dan inovasinya dalam pelayanan publik. Inovasi tersebut masuk dalam Top 25 tingkat Provinsi Jawa Timur dan akan turut dikompetisikan di tingkat nasional di Kementerian PAN-RB di Jakarta 2018 mendatang. Penghargaan tersebut diraih oleh tiga lembaga di Kota Madiun. Mereka adalah RSUD Kota Madiun, SDN 02 Mojorejo dan SDN 05 Madiun Lor. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Jambore Inovasi Pelayanan Provinsi Jawa Timur di ballroom Hotel Santika Premiere, Surabaya, Selasa (5/12/2017).

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, inovasi pelayanan publik merupakan perwujudan dari pelaksanaan otonomi daerah yang diamanatkan oleh UU nomor 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Kemudian birokrat yang akrab disapa Pakde ini menyitir UU nomor 23 tahun 2015 ang menyebut bahwa pelaksanaan pelayanan publik mensyarakatkan adanya dua hal, yaitu pemberdayaan masyarakat dan pelibatan masyarakat alias partisipatoris di mana rakyat diajak menentukan hal-hal dalam pelayanan publik. “Dua syarat ini kemudian ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) sebagai IKU atau Indeks Kinerja Utama yang harus diselengarakan oleh pemerintah tingkat provinsi sampai ke kabupaten/kota. IKU menyangkut tentang kesejahteraan bidang pendidikan dan kesehatan sampai propoor dan projob,” ungkap Pakde.

Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi mengatakan, jambore yang dilaksanakan merupakan upaya pembelajaran dan inovasi bagi Pemprov Jatim untuk terus melahirkan inovasi di berbagai bidang pelayanan publik. Kompetisi inovasi pelayanan publik yang sering disingkat kovablik kali ini adalah tahun yang kedua. Jumlahna ada 97 inovasi dari seluruh kabupaten/kota dan provinsi Jatim yang kemudian diselaksi menjadi 35 finalis dan disaring lagi menjadi yang top 25. “Yang top 25 akan dikompetisikan secara nasional pada 2018 mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, penghargaan yang diterima RSUD Kota Madiun adalah sebagai peserta Terbaik empat dalam Kompetisi Budaya Kerja Tingkat Provinsi Jatim tahun 2017 yang diselenggarakan Pemprov Jatim. Kabid Pelayanan RSUD Kota Madiun dr. Denik mengatakan, penghargaan tersebut diraih berkat kerja keras KBK Kirana Husada untuk menekan angka infeksi di lingkungan RSUD Kota Madiun. “Caranya adalah meningkatkan hand hygiene atau kebersihan tangan dengan membudayakan mencuci tangan dan menggunakan handrub di semua kalangan di RSUD Kota Madiun,” ungkap dr. Denik.

Inovasi SD 05 Madiun Lor atau SD Indrakila yang mendapat penghargaan adalah peluncuran aplikasi pelayanan bernama ‘Go Home’. Aplikasi ini menciptakan kenyamanan bagi orang tua untuk bisa melakukan antar jemput putra-putrinya yang merupakan siswa SD 05 Madiun Lor. “Inovasi ini terinspirasi kekhawatiran saat marak isu penculikan padahal ada peraturan anak-anak dilarang membawa telepon genggam. Nah, demi kenyamanan akhirnya muncullah aplikasi ini. Aplikasi bisa memberitahukan kapan anak bisa dijemput dan informasi lainnya sehingga nyaman dan aman bagi orang tua dan murid kami,” ungkap Kepala Sekolah SDN 05 Madiun Lor Joko Susilo.

Sedangkan inovasi para guru SDN 02 Mojorejo yang mendapatkan penghargaan adalah program Dopari Sakatu atau Dongeng Pagi Hari tiap Selasa, Kamis dan Sabtu. “Kegiatan ini membuat anak lebih terinspirasi dan mudah untuk belajar dan berkarakter baik,” ungkap salah satu guru pencetus program Dhelly Purwita Sari usai menerima penghargaan. Program ini juga dikembangkan dengan dorongan agar anak-anak bisa membuat cerita pendek dan dongen karya sendiri. Hal ini telah dilakukan dan telah menghasilkan beberapa buku kumpulan cerita karya pada siswa. “Yang jelas bisa melayani anak-anak dengan baik dan menjadi inspirasi sehingga lebih termotivasi untuk belajar dan berprestasi,” pungkas Dhelly. 
(dey/diskominfo)