MADIUN – Masyarakat bijak bukan hanya taat pajak. Namun, juga taat cukai. Utamanya, mereka yang menjalankan usaha berkaitan dengan barang wajib cukai. Mulai tembakau hingga minuman beralkohol. Pelanggaran atas cukai bukan hanya merugikan negara. Namun juga dapat berujung pidana. Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto getol mengajak masyarakat untuk taat cukai. ‘’Dana bagi hasil cukai dikembalikan lagi untuk masyarakat. Semakin besar pendapatan cukai, semakin besar juga anggaran yang dikembalikan untuk masyarakat. Jadi kalau ada yang tidak bayar cukai, masyarakat yang juga rugi. Makanya (masyarakat) harus melek soal cukai,’’ kata walikota saat membuka acara Pengenalan dan Pendeteksian Pita Cukai Bagi Pengguna Hasil Tembakau di Kecamatan Manguharjo, Kamis (23/11).

Dana bagi hasil dari tembakau saja mencapai belasan miliar untuk Kota Madiun saban tahun. Peruntukannya beragam melalui organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing. Mulai pembelian obat-obatan untuk penyakit yang disebabkan rokok, pembelian lampu penerangan jalan umum (PJU), hingga pelatihan dan pameran produk industri kecil menengah (IKM). ‘’Makanya, penyalahgunaan cukai wajib ditekan bersama-sama. Artinya, masyarakat juga turut memerangi itu. Kalau menemukan ada kejanggalan ya langsung dilaporkan,’’ jelas beliau.

Pemkot, sengaja menggandeng kantor bea dan cukai Madiun untuk sosialisasi. Masyarakat yang bersentuhan langsung dengan barang cukai diundang. Mulai pengguna, pedagang, dan distributor, hingga produsen rokok se-Kecamatan Manguharjo. Mereka dibekali cara mendeteksi pita cukai palsu hingga aturan pidana bagi yang melanggar. Ini penting agar masyarakat waspada. Selain itu, walikota berharap masyarakat berpartisipasi aktif turut mencegah penyalahgunaan cukai. ‘’Silahkan ditanyakan. Mumpung ada petugas dari bea cukai. Apa saja yang melanggar dan bagaimana seharusnya. Ini penting agar masyarakat tidak tersangkut hukum dan negara juga tidak merugi,’’ tegas beliau.

Kabag Perekonomian dan Kesra Kota Madiun Hidayat menyebut Pengenalan dan Pendeteksian Pita Cukai Bagi Pengguna Hasil Tembakau rutin dilaksanakan. Pelaksanaan bergilir dari saban kecamatan. Pihaknya juga menggelar acara serupa di Kecamatan Kartoharjo sebelumnya. Sosialisasi penting sebagai antisipasi penyalahgunaan cukai. Hidayat menyebut belum ada kasus penyalahgunaan cukai tembakau di Kota Madiun sejauh ini. Kendati begitu bukan berarti tanpa upaya pencegahan. ‘’Dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) peruntukannya kembali untuk masyarakat. Makanya penting untuk terus disosialisasikan,’’ pungkasnya. (agi/diskominfo)