Select Page

Madiun – Agustus lalu, Pemerintah gencar mengkampanyekan pemberian imunisasi MR (Measles Rubella) pada anak dari usia sembilan bulan sampai dengan usia kurang dari 15 tahun. Melalui imunisasi MR, pemerintah berkomitmen tahun 2020 nanti Indonesia mampu mewujudkan eliminasi penyakit campak serta mengendalikan penyakit rubella dan cacat yang disebabkannya.

Sebagai upaya untuk mendukung program tersebut Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun, juga turut mengkampanyekan imunisasi MR di sekolah – sekolah pada bulan Agustus, dan di posyandu – posyandu Kota Madiun pada bulan september kemarin.

Menindaklanjuti kegiatan tersebut, Selasa (11/14/2017) Dinas terkait juga menyelenggarakan Sosialisasi Dan Introduksi Vaksin Baru Lintas Sektor yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Kantor Kecamatan Manguharjo yang memiliki tujuan Sebagai evaluasi kegiatan pemberian imunisasi MR tersebut serta mensosialisasikan vaksin baru (MR, IPV, dan HPV).

Untuk diketahui hasil dari kampanye imunisasi MR di Jawa Timur sangat baik dengan cakupan penerima vaksin MR tertinggi dibanding provinsi lain. Bahkan Kota Madiun telah mengimunisasi 98,8% anak dari total jumlah anak target imunisasi MR di Kota Madiun. “Beberapa anak memang ada yang ditunda dalam pemberian MR ini seperti incompromise yakni anak – anak dengan penyakit tertentu yang tidak bisa mendapatkan vaksin MR, contohnya thalasemia,” ucap Edy Harmanto, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun yang pada kesempatan ini juga bertindak selaku nara sumber.

Lanjutnya, Tahun 2018 nanti, Kementrian Kesehatan akan menarik vaksin campak dan mengganti dengan vaksin MR ini. Tujuan penggantian vaksin ini dikarenakan adanya peningkatan kasus ibu hamil yang terinfeksi rubella, sehingga yang berdampak pada keguguran janin dan kecacatan bawaan pada bayi yang menjadi kecacatan seumur hidup.

Bahkan keberadaan vaksin MR ini dinilai lebih efektif dan efisien dikarenakan di dalam imunisasi MR sudah ada vaksin campak. “Jadi akan dua penyakit yang dicegah dengan adanya vaksin MR. Nanti vaksin MR akan masuk vaksin reguler dimana akan dilakukan perulangan setiap enam bulan sekali dari usia 9 bulan sampai 18 bulan,” jelasnya saat ditemui setelah acara.

Sedangkan vaksin baru lainnya yang disampaikan pada kesempatan itu adalah vaksin IPV. Vaksin IPV ini merupakan vaksin polio yang diberikan dalam bentuk injeksi dimana sebelumnya vaksin polio lebih dikenal dengan pemberian secara oral. “Tahun depan kami juga menyediakan vaksin polio IPV dalam program vaksin wajib, namun keberadaan vaksin polio oral tidak ditarik keberadaannya hanya memberikan alternatif pilihan vaksin polio kepada masyarakat,” ungkap Edy.

Peserta sosialisasi sejumlah 100 orang terdiri dari Ketua Fatayat Kota Madiun, Ketua Aisyah Kota Madiun,Ketua Muslimat Kota Madiun, Ketua MUI Kota Madiun, Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kota Madiun, Ketua IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Kota Madiun, Direktur Rumah Sakit yang berada di Kota Madiun, Kepala Puskesmas se-Kota Madiun, Lurah se-Kota Madiun, Kemennag, Ketua Ikatan Guru TK Kota Madiun, serta Ketua Himpunan PAUD Kota Madiun. (kmf)