Select Page

MADIUN – Pemilihan Umum (Pemilu) di Kota Madiun haruslah bermartabat. Demikian dikataka Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto dalam sambutannya dalam Pelantikan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kota Madiun di Hotel The Sun, Selasa (14/11/2017).

”Kami baru saja mendapatkan pengarahan dari Bapak Gubernur Jawa Timur yang intinya, mari kita sama-sama menegakkan apa yang menjadi tanggung jawab kita. Kalau pemilih ya jadi pemilih yang baik, kalau calon jadilah calon yang baik,” kata Wali Kota Sugeng Rismiyanto.

Wali Kota Sugeng menyatakan, dengan pelantikan Panwascam, maka sudah lengkaplah struktur dalam pemilu yang dibutuhkan di Kota Madiun. Masing-masing elemen diharapkan bisa melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.
”Sehingga diharapkan oleh Pakdhe (Soekarwo, Gubernur Jatim) adanya cegah dini maka masalah-masalah yang jadi gangguan, tantangan, ancaman dan hambatan dalam pilkada, pileg dan pilpres jangan sampai terjadi,” ungkap Wali Kota Sugeng Rismiyanto.

Dilanjutkannya, semua pihak harus berusaha menciptakan pemilu yang tertib, aman dan kondusif, baik di Kota Madiun maupun di Jawa timur. Pemilu sering menyisakan persoalan-persoalan antar kelompok, golongan, parpol dan anggota masyarakat yang lain. Perbedaan harus dilihat sebagai bentuk kebhinekaan dalam bernegara.

Wali Kota menambahkan, dalam berbagai kesempatan telah diutarakan,TNI jelas dan tegas menyatakan netralitasnya, Polri demikian juga dan ASN atau PNS juga netral dalam konteks tidak boleh mempengaruhi meski punya hak suara.

”Mari semua menjadikan pemilu kita ini pemilu yang bermartabat,” ujarnya.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Madiun Kokok Heru Purwoko mengatakan, anggota Panwascam yang dilantik sejumlah sembilan orang. Yaitu ada tiga orang personel Panwascam untuk tiap kecamatan. Selain Panwascam, unsur pengawasan lain dalam pemilu di Kota Madiun adalah 27 Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) untuk 27 kelurahan dan 310 Petugas Pengawas TPS untuk 310 TPS di seluruh Kota Madiun.

”Kita berharap teman-teman Panwascam yang baru dilantik, disumpah, bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Bisa menjaga etika dan kode etiknya,” ungkap Kokok.

Kokok juga berharap semua pihak dapat turut menjaga ketertiban dan keamanan sehingga pemilu mulai dari Pilkada dan Pilgub di 2018, Pileg dan Pilpres di 2019 bisa dilaksanakan dengan kondusif.
”Beban kita akan lebih ringan kalau seluruh stakeholder saling mendukung,” ungkapnya. (DIE/kmf)

Foto : WS Hendro/Diskominfo