Select Page

MADIUN – Warga kota Madiun cukup taat pajak. Buktinya, capaian pajak bumi dan bangunan (PBB) di kota pecel sudah melampaui target memasuki triwulan keempat ini. Capaian PBB tembus Rp 18,1 miliar atau sudah 113 persen. Padahal, target PBB tahun ini hanya Rp 16 miliar.

‘’Kesadaran masyarakat akan pentingnya pajak sudah cukup tinggi. Tetapi tetap perlu ditingkatkan lagi,’’ kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun Sudandi saat acara Gebyar Undian PBB dan Penyerangan Penghargaan Kepada Wajib Pajak Berprestasi Tahun Anggaran 2017 di gedung diklat, Selasa (14/11).

Kendati begitu upaya peningkatan pendapatan dari sektor pajak wajib ditingkatkan. Sebab, masih ada yang belum taat pajak. Data di mejanya, capaian pajak disejumlah kelurahan belum optimal. Namun, ada juga yang sudah seratus persen. Di antaranya Kelurahan Sogaten, Ngegong, Tawangrejo, Kelun, dan Kuncen. Capaian beberapa lainnya sudah cukup tinggi. sudah berkisar 75 persen dari target.

‘’Kami lebih menggunakan langkah persuasif untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak (WP). Salah satunya, melalui gebyar hadiah dan pemberian penghargaan seperti ini,’’ ujarnya.

Hadiah yang diberikan beragam. Mulai tiga buah sepeda motor hingga peralatan elektronik dan suvenir. Hadiah, lanjutnya, sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada WP yang telah membayar tepat waktu dan jumlah. Dia berharap WP yang lain termotivasi.

‘’Pajak itu ibarat darah dalam tubuh. Jika tubuh kekurangan darah bisa berdampak fatal. Begitu juga dengan jalannya pemerintahan,’’ jelasnya sembari menyebut sebagian hadiah berasal dari Bank Jatim dan Sun City.

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto menyebut lampauan capaian target pendapatan pajak bukan tolak ukur. Artinya, bukan berarti upaya pendapatan distop. Walikota menyebut pembayaran pajak merupakan bentuk kedisiplinan. Pihaknya, berharap WP disiplin. Capaian terus digenjot. Terutama kelurahan dengan pendapatan pajak yang masih rendah. Beliau optimis capaian pajak sejumlah kelurahan tersebut klir hingga akhir tahun.

‘’Pajak ini pada akhirnya diperuntukkan kembali untuk masyarakat. Jadi dari dan untuk masyarakat. Jadi kenapa tidak taat pajak,’’ pesan beliau. (gik/diskominfo)

Foto : WS Hendro/Diskominfo