Select Page

MADIUN – Wakil Wali Kota Madiun Armaya menyatakan siap me-match-kan aspirasi para pengusaha muda dengan program Pemkot Madiun. Terutama untuk pembinaan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

”Kita akan match-kan (selaraskan) progam pembinaan para pengusaha dengan pembinaan IKM (Industri Kecil Menengah) yang telah pameran kemarin (akhir pekan lalu),” ungkap Wawali Armaya usai menghadiri pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Badan Pengurus Cabang (BPC) Kota Madiun oleh pengurus HIPMI BPD Jawa Timur di Ballroom Hotel Merdeka, Senin (12/11/2017).

Menurut Wawali Armaya, Pemkot Madiun terus membuka ruang komunikasi dengan para pengusaha yang mau selalu berinovasi, kreatif dan mengembangkan diri demi kemajuan ekonomi di Kota Madiun. Apalagi, para pemuda ini prihatin dengan urbanisasi para pengusaha muda meninggalkan Kota Madiun. Yaitu hijrah ke luar kota demi berusaha.

HIPMI, lanjut Wawali Armaya, juga memiliki keinginan untuk turut memberdayakan para pemuda dan remaja di Kota Madiun dengan memberikan beasiswa bagi pelajar. Beasiswa ini untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan di tengah anak muda Kota Madiun.

”Ini cocok dengan program pembangunan Pemkot Madiun. Maka setelah mereka dilantik hari ini, kita akan tunggu aksi mereka di masa mendatang,” ucap Wawali Armaya.

Ketua HIPMI periode 2017-2020 Andro Rohmana Putra mengatakan kebangkitan HIPMI setelah cukup lama vakum ingin menjadi bagian dari kemajuan ekonomi Kota Madiun.

”Kita ingin memiliki fungsi pendampingan dan dorongan terhadap pengusaha muda dan pengusaha pemula sehingga akan muncul pengusaha yang kuat. Kita juga berharap ada ekosistem ekonomi yang kondusif, terutama pada industri kreatif yang berbasis internet,” ungkap Andro Rohmana.

HIPMI juga siap menghadirkan sejumlah pelatihan dan beasiswa untuk para pengusaha muda yang konsep bisnisnya bisa diterima oleh HIPMI. ”Harapannya akan muncul pengusaha berbasis teknologi digital baru atu start up unicom semacam tokopedia atau traveloka. Hal seperti ini biasanya hanya muncul di kota-kota besar saja,” pungkas Andro. (DIE/Diskominfo)