Madiun – Sebagai salah satu lembaga yang mewadahi para ulama, zu’ama, dan cendikiawan islam di Indonesia, MUI mempunyai tugas untuk membimbing, membina, dan mengayomi kaum muslim di seluruh Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kota Madiun telah menganggarkan sesuai PAK sebesar Rp. 190 juta. “Meskipun di daerah lain sudah Rp. 250 juta, asalkan proposalnya diajukan secara proposional dan profesional Pemerintah Daerah akan menindaklanjutinya, khususnya Pemerintah Kota Madiun,” Jelas Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto.Bahkan dengan adanya kegiatan ini, lanjut Sugeng, anggaran dapat diajukan jauh – jauh hari ke Pemerintah Daerah untuk dimasukkan kedalam APBD Perubahan maupun APBD murni.

Terkait tugasnya, Sugeng juga menitipkan pesan agar MUI turut berperan serta dalam membimbing generasi muda, khususnya generasi muda Kota Madiun. Sebagai lembaga yang menanganin kehalalan makanan, mantan dosen Unmer ini menyampaikan agar MUI juga menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan. “Mari kita dorong dan berikan informasi pentingnya menjaga kesehatan, karena dengan badan yang sehat, insyaAllah menjadikan anak – anak kita mempunyai intelektual yang lebih tinggi,” terang orang nomer satu kota pecel ini.

Sementara itu Ketua MUI Kota Madiun, Sutoyo menyampaikan dalam melaksanakan tugasnya, MUI terus menjaga kondusifitas dari Kota Madiun, sehingga umat islam di Kota Madiun dapat bersatu dan bekerjasama dengan pemerintah.
“Dengan adanya rapat koordinasi yang rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali ini, terjalin koordinasi dari semua pihak sehingga tercipta persatuan dan kesatuan di wilayah Madiun ini, khususnya di sektor keagamaan, dengan begitu Kota Madiun menjadi menara dan percontohan untuk daerah -daerah lain dimana kehidupan keagamaan dan pemerintahan dapat berjalan berdamping,” tandas Sutoyo.