Select Page

Madiun – Jalannya pemerintahan yang baik diperlukan pula proses pengadaan barang dan jasa yang efektif dan efisien dengan prinsip – prinsip persaingan sehat, transparan, terbuka dan perlakuan yang adil bagi semua pihak, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan baik segi fisik, keuangan maupun manfaatnya bagi kelancaran tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Pemahaman mengenai proses pengadaan barang dan jasa yang baik sesuai dengan PP No. 54 tahun 2010 dan perubahannya serta Undang – Undang no. 1 tahun 2004, juga diperlukan oleh seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, khususnya yang hendak menduduki kursi jabatan di Pemerintah Kota Madiun. Bahkan Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi saat membuka memberikan penekanan agar peserta pelatihan pengadaan barang dan jasa di Gedung Diklat kemarin selasa (23/10/2017) dapat lulus dari ujian sertifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Penekanan ini menindaklanjuti dari hasil ujian sertifikasi tahun lalu dimana dari 88 peserta ujian, hanya 11 orang yang lulus dari Pemkot Madiun. Sediktnya peserta yang lulus tersebut besar kemungkinan dari ketakutan terhadap proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Padahal, saat ini sudah ada TP4D (Tim Pengawal Pengaman dan Pembangunan Daerah) yang akan melakukan pengarahan dan pengawalan terhadap proses pengadaan barang dan jasa sehingga prosesnya sejalan dengan peraturan yang berlaku.

Menanggapi pertanyaan apabila ada pejabat yang tidak lulus, mantan pengajar ini mengatakan untuk pejabat yang tidak lulus sertifikasi, akan diberikan 2 kesempatan lagi untuk mengulang. Dan untuk kedepannya, akan diberikan sanksi kepada pejabat yang tidak memiliki sertifikat ini yakni berupa penurunan jabatan. “Pejabat eselon IV dan eselon III yang tidak mempunyai sertifikat pengadaan barang dan jasa, jabatan akan diturunkan dan ini akan kita susun perwalnya,” tandasnya.

Pelatihan akan berlangsung hingga Kamis depan (26/10/2017), sedangkan ujian sertifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah tingkat dasar dilaksanakan pada jumat (27/10) di Kampus API. Adapun jumlah peserta yang akan mengikuti ujian ada 60 yang terdiri dari 40 peserta yang mengikuti pelatihan ini, dan 20 orang yang pernah mengikuti pelatihan namun belum lulus diujian sertifikasi tingkat dasar ditahun lalu. (adit/lelly/nur/kmf)