Madiun РSebagai upaya meneruskan kebijakan Pemerintah untuk mempermudah dan pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi, Pemerintah Kota Madiun bekerjasama dengan Kementrian Pertanian dan BNI Cabang Madiun menggelar launching Kartu Tani Kota Madiun, Kamis (12/10) di Kecamatan Manguharjo. Mumtoro Danardono, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kota Madiun menyampaikan berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang disusun dari tahun 2016 kemarin sebanyak 1455 petani penerima pupuk bersubsidi terdata untuk tahun tanam 2017.

Namun lebih lanjut diungkapkan baru 1381 petani yang akan dibukakan rekeningnya pada tahun tanam 2017 ini. “Data tersebut akan terus diperbaiki dan dilengkapi menjelang penyusunan RDKK 2018,” ungkapnya. BNI yang tergabung dalam Bank HIMBARA ditunjuk untuk menerbitkan kartu tani untuk wilayah Jawa Timur. Eko Indiartono, Kepala BNI Cabang Madiun menyampaikan bahwa kartu tani yang akan diterima oleh petani selain untuk mendapatkan pupuk bersubsidi di kios-kios juga dapat digunakan untuk transaksi lainnya. “Kartu Tani juga bisa digunakan petani untuk mendapatkan pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) lebih mudah,” tuturnya.

Sementara itu Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto ketika melaunching Kartu Tani mengatakan bahwa Kartu Tani berfungsi sebagai alat penyaluran bantuan sosial dan subsidi pemerintah misalnya pupuk serta bantuan berupa KUR. “Kartu Tani bersifat fleksibel sebagai sebagai wadah penyaluran bantuan sosial dari pemerintah, pupuk bersubsidi, maupun sebagai tabungan untuk petani serta untuk kemudahan mendapatkan KUR,” tandasnya. Hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, Forkopinda, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Kepala OPD se Kota Madiun dan 187 Petani yang menerima Kartu Tani. (kmf)