Madiun – Sebagai Perusahaan Daerah Milik Pemerintah Kota Madiun, Perusahaan Dearah (PD) Aneka Usaha, PD Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Kota Madiun dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Sari memerlukan dukungan dan binaan yang berlangsung secara kontinu demi kesuksesan dan kelancaraan jalannya perusahaan tersebut. Menindaklanjutinya, bertempat diruang 13 Sekretariat Kota Madiun, Hari ini, Selasa (1/8) Pemerintah Kota Madiun melalui Bagian Perekonomian Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Madiun menyelenggarakan Pembinaan BUMD Pemkot Madiun. Acara ini menghadirkan nara sumber Guru Besar Etika Bisnis dan Profesi, Prof. Unti Ludigdo dari Universitas Brawijaya Malang yang dikemas dengan tajuk dialog.

Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto menyampaikan kepada peserta agar menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal dan dibingkai dengan kejujuran maka akan memberikan perubahan untuk perusahaan. “Untuk melakukan perubahan, dimulai dari diri kita sendiri,” ujarnya. Sesuai perkembangan dunia bisnis pada era saat ini, perusahaan daerah dengan tujuan mendapatkan profit/keuntungan sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) diperlukan tranparansi pengelolaan perusahaan serta kejelasan dalam memberikan keuntungan. “BUMD dimana-mana memberikan kontribusi/profit, harus transparan dalam menjalankan manajemen perusahaan,” papar Wawali saat menyinggung masalah kontribusi BUMD untuk Pemkot Madiun.

Etika Bisnis yang sedang berkembang di masyarakat saat ini adalah kejujuran. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi yang hadir sebagai moderator mengatakan dalam pelaksanaan sebuah perusahaan yang memiliki etika bisnis yang kurang baik, masyarakat akan perlahan-lahan beralih keperusahaan lain. Apabila perusahaan memiliki etika bisnis tidak baik dan merugikan konsumen, pasti akan ditinggalkan.

Sedangkan materi yang disampaikan oleh Unti Ludigdo yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, menyinggung moralitas dan tanggung jawab pemimpin. Serta Pengoptimalan BUMD untuk menghindari mismanagement yang mengarah pada inefisiensi dan kecurangan yang mengakibatkan ketidakpercayaan masyarakat kepada institusi dan bisnis, yang berujung kebangkrutan isnstitusi usaha.

Hadir dalam acara ini Asisten dan Staf Ahli di lingkungan Pemkot Madiun, Pengawas BUMD, Direktur BUMD, Karyawan BUMD Kota Madiun. (kmf)